LDK Polines 2025: Wajah Baru Kedisiplinan di Lingkungan Kampus

TNI Memberikan Pembekalan Kedisiplinan dan Kekompakan kepada Mahasiswa Baru
(Dok. Eka )
Polines, Dimensi (27/8) – Kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) Tahun Angkatan 2025/2026 Politeknik Negeri Semarang (Polines) dilaksanakan pada Selasa hingga Kamis (26-28/8). Kegiatan ini mengusung tema “Disiplin Akademik, Disiplin Spiritual – Fondasi Indonesia Emas” dan diikuti oleh 2.800 Mahasiswa Baru (maba) yang terbagi ke dalam empat batalion. Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan LDK kali ini diadakan serentak dalam satu gelombang di area kampus Polines.
Perubahan mekanisme gelombang tahun ini disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pihak kampus. Hal tersebut disampaikan oleh Lina April Rahmania, yang akrab disapa Nia, selaku Komandan Batalyon (Danyon). “Perubahan LDK dikarenakan adanya efisiensi anggaran oleh Polines sehingga menyebabkan perpindahan lokasi hingga perubahan mekanismenya,” ungkapnya.
Salah satu bentuk penyesuaian mekanisme terlihat dari TNI bersama Resimen Mahasiswa (Menwa) yang difokuskan pada gladi kotor dan kegiatan hari pertama LDK. Bapak Priyo Handoyo selaku Komandan Kodim 0733 Semarang menyampaikan bahwa satu hari saja sangat singkat untuk membekali mahasiswa. “Sebenarnya satu hari saja tidak mampu mendoktrin mahasiswa, tetapi ini sebuah upaya yang luar biasa dari civitas akademika Polines untuk membekali mahasiswa dengan baik, kami harus yakinkan kami cukup membekali mahasiswa dengan baik,” terangnya. Priyo juga menegaskan bahwa tujuan utama LDK adalah melatih Maba agar mengerti pentingnya kedisiplinan. “Disiplin bukan hanya dibidang akademis, disiplin merupakan dasar awal Maba melakukan kedisiplinan agar taat aturan dan diharapkan dapat memiliki karakter baik terkait disiplin, tepat waktu, dan cepat respon terhadap dinamika kampus,” tambahnya.
Sementara itu, pada hari kedua dan hari ketiga, LDK diatur oleh Menwa serta volunteer. Volunteer dari setiap jurusan bertugas mendampingi maba selama kegiatan berlangsung, sementara Menwa berfokus pada kedisiplinan, apel, dan upacara. Pelibatan volunteer menjadi salah satu pembaruan dari sisi psikologi agar LDK tidak terasa terlalu menegangkan. “LDK kali ini ada pembaruan ke arah psikologi dan kesiapan mental, diperlukan peran volunteer agar tidak terlalu menegangkan,” jelas Nia.
Muhammad Arsyad, selaku perwakilan dari jurusan Administrasi Bisnis menyampaikan pendapatnya mengenai pelibatan HMJ dan volunteer kali ini. “Dari HMJ setuju atas adanya volunteer LDK tahun ini karena dapat membantu kelancaran LDK sendiri,” pungkasnya. Selain itu, ia memberikan evaluasi dan harapannya untuk LDK tahun ini agar para panitia dan volunteer dapat lebih komunikatif. “Sejauh ini para volunteer masih sedikit mendapat informasi, semoga untuk LDK selanjutnya bisa lebih komunikatif dan juga bisa memperbaiki rundown acara sehingga peserta dan panitia dapat menjalankan tugasnya dengan semaksimal dan senyaman mungkin,” terangnya.
(Fani)
tangkap mulyono
Mesin memang tidak bisa diatur, namun memiliki aturan tersendiri. PPM masih berjalan lancar tapi berjalan dibalik layar
Mesin memang tidak bisa diatur, namun tetap memiliki aturan tersendiri. PPM tetap berjalan namun dibalik layar
baguss lillll 👌
Font artikel lpm tipis banget, warnanya juga tidak hitam