Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Sutopo, Capai 95 Kali Donor Darah Sukarela – LPM Dimensi

Sutopo, Capai 95 Kali Donor Darah Sukarela

Sosok Sutopo, pendonor darah sukarela asal Semarang

Polines, Dimensi (14/06) – Ialah Sutopo atau yang lebih akrab disapa Topo, pendonor darah sukarela asal Semarang yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 95 kali. Guru kelahiran Kendal, 20 Juli 1969 ini telah melakukan Donor Darah Sukarela (DDS) sejak tahun 1988. Sejak saat itulah, DDS menjadi kebiasaan rutinnya.

Terdorong dari motivasinya untuk membantu sesama, ia selalu menyempatkan diri datang ke Palang Merah Indonesia (PMI) terdekat untuk melakukan DDS setiap tiga bulan sekali. Namun, seiring berkembangnya teknologi yang mana peralatan PMI semakin canggih, pada dua tahun terakhir ini ia dapat melakukan DDS setiap dua bulan sekali. Meskipun begitu, rutinitas tersebut tak menjadikan tubuhnya rentan terhadap penyakit, justru banyak manfaat yang ia rasakan. Topo mengaku setelah melakukan donor darah, tubuhnya semakin segar dan aliran darah menjadi lancar. “Karena ada pergantian sel baru, badan jadi segar dan semangat muda kembali,” ujarnya.

Hampir mencapai angka 100 kali, Topo merasa bangga karena tidak semua orang dapat menanamkan jiwa kemanusiaannya terhadap sesama. Atas konsistensinya tersebut, ia mendapat layanan serta jaminan obat yang lebih berkualitas dari PMI ketika sakit. Sejauh ini, Topo telah mendapat dua kali penghargaan berupa sertifikat dan beberapa cendera mata sebagai bukti bahwa telah melakukan DDS. Penghargaan pertama ia dapat ketika mencapai 50 kali donor pada tahun 2011 oleh Bibit Waluyo selaku Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, di Gedung Gradika Bakti Praja. Sedangkan penghargaan kedua dia dapat pada tahun 2018 di Asrama Haji Donohudan, Solo ketika mencapai 75 kali donor oleh Gubernur Jawa Tengah saat ini, Ganjar Pranowo.

Dengan usia yang tak lagi muda, Topo tetap semangat dalam melakukan misi sosial ini. Untuk itu, ia berharap selalu diberi kesehatan agar dapat mendonorkan darahnya selagi memenuhi syarat donor. Terlebih tahun depan ia akan mencapai angka 100 kali donor, yang artinya akan mendapat penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial yang akan diberikan langsung oleh Presiden. Tak lupa, Topo turut mengajak masyarakat untuk mulai donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. “Mari kita mulai donor untuk membantu sesama, karena berani donor itu keren dan berjiwa muda,” pungkasnya.

(Annisa Nur)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai