Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Ojek Lusi – LPM Dimensi

Ojek Lusi

Judul film: Ojek Lusi
Sutradara: Winner Wijaya
Produser: Antonius Wilson
Penata Suara: Cornelius Kurnia
Musik: Ando Loekito
Pembimbing: Yosep Anggi Noen
Durasi: 17 menit 34 detik

Ojek Lusi merupakan sebuah film dokumenter tentang dampak dari semburan lumpur panas yang telah menenggelamkan 16 desa di tiga kecamatan belasan tahun yang lalu. Juga usaha para korban yang mencari penghasilan dengan menjadi tukang ojek sekaligus tour guide di daerah ‘wisata lumpur’ itu. Membutuhkan waktu 13 tahun untuk beradaptasi bukanlah waktu yang singkat. Namun, semburan demi semburan lumpur tidak akan pernah dilupakan. Kronologi bagaimana lumpur itu menyembur dan menenggelamkan rumah mereka terus terulang dalam ingatan.

Film dokumenter singkat ini kembali mengingatkan kita terhadap kejadian yang sudah bertahun-tahun lamanya berlalu. Semburan lumpur panas di Sidoarjo yang diakibatkan oleh penambangan gas dan minyak bumi PT. Lapindo Brantas. Peristiwa yang terjadi pada 29 Mei 2006 itu, telah memakan banyak korban. Kini oleh warga sekitar, lokasi tersebut telah dijadikan sebagai “Wisata Lumpur Lapindo”. Meskipun begitu, kenyataan bahwa mereka harus hidup berdampingan dengan lumpur panas tak bisa dilupakan begitu saja.

Film yang menggambarkan semangat masyarakat korban lumpur lapindo ini cocok ditonton oleh semua kalangan, terutama bagi yang ingin mengetahui kondisi kehidupan warga yang tinggal dan bekerja di sana. Film dokumenter ini memperlihatkan bagaimana dahsyatnya semburan lumpur panas serta luasnya wilayah yang terdampak.

Karena beberapa percakapan menggunakan bahasa daerah, film ini dilengkapi subtitle Bahasa Indonesia untuk memudahkan penonton dalam mencerna apa yang dibicarakan oleh tokoh. Hebatnya, Ojek Lusi ini telah meraih penghargaan sebagai film dokumenter terbaik dalam Festival Film Dokumenter (FFD) 2017.

Sayangnya, film yang disutradarai oleh Winner Wijaya ini memiliki alur cerita yang kurang jelas, sehingga sulit dipahami bagi sebagian orang. Hal ini terlihat pada tidak runtutnya pembahasan topik pembicaraan yang dibicarakan oleh tokoh. Film ini juga tidak menceritakan asal usul kejadian semburan lumpur panas tersebut, sehingga membuat sebagian penonton merasa bingung bagi mereka yang belum mengetahui kejadian mulanya. Walaupun begitu, film dokumenter ini tetap menarik ditonton karena memberikan pesan kepada kita bahwa lingkungan adalah sesuatu yang harus dijaga dan dilestarikan demi keselamatan bersama.

Emeralia

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai