Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Wajibkah gladi kotor kegiatan LDK WaRNA? – LPM Dimensi

Wajibkah gladi kotor kegiatan LDK WaRNA?

            POLINES, Dimensi(26/8)-Minggu pagi (26/8) lapangan hijau Polines terlihat dipadati para mahasiswa baru (maba) untuk mengikuti pelaksanaan gladi kotor kegiatan LDK WaRNA. Gladi kotor ini sendiri berfungsi untuk mempersiapkan para mabadalam pelaksanaaan kegiatan LDK dan WaRNA yang akan dilaksanakan pada Senin (27/8) hingga Sabtu (1/9).
“Tujuan diadakannya gladi kotor ini adalah untuk mempersiapkan para maba di lapangan sehingga performance mereka besok pada saat gladi bersih dan upacara penerimaan mahasiswa baru formasinya sudah terlihat rapi,” ujar Patria Nurdiansyah selaku Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Pati Geni Polines.
            Agenda dari pelaksanaan gladi kotor ini diantaranya adalah apel pagi, pembagian pleton, briefing perlengkapan LDK dan WaRNA, serta pengelompokan maba perjurusan dan gugus. Yohannes Yulianto selaku KetuaPelaksanaWaRNA menuturkan bahwa dengan adanya gladi kotor kegiatan LDK WaRNA ini dapat dijadikan pembekalan atau semacam latihan agar para maba dapat mengerti sebelumnya mengenai apa itu LDK dan apa itu WaRNA, sehingga mereka tidak kaget saat pelaksaan kegiatan LDK WaRNA berlangsung.
            Pelaksanaan gladi kotor LDK WaRNA ini diwajibkan oleh institusi namun belum ada konsekuensi nyata untuk maba yang tidak hadir dalam kegiatan ini.
“Sanksi bagi maba yang tidak hadir dalam kegiatan LDK WaRNA ini adalah berupa sanksi moril. Jadi mereka yang absen saat pelaksanaan LDK WaRNA berlangsung, mereka akan bingung sendiri dalam pembagian kelompok dan sebagainya. Selain itu mereka juga akan ketinggalan informasi mengenai perlengkapan yang perlu dibawa dan lainnya sebagai sarana penunjang pelaksanaan kegiatan LDK WaRNA. Sedangkan untuk sanksi materiil maupun fisik dari panitia sendiri tidak ada,” kata Drs. Ahmad Supriyadi, M.T selaku penanggung jawab kegiatan LDK.
Beliau juga menambahkan akan ada keringanan dalam mengikuti acara tersebut bagi mahasiswa yang sakit, misalnya jika cedera pada kaki dan tidak mampu berdiri dalam upacara penerimaan diizinkan duduk di belakang barisan.
LDK tidak memberikan penekanan fisik pada maba yang sakit.Seperti Rahman Hakim dari prodi Teknik Elektro, yang mengalami cedera pada kaki kirinya. Ia diizinkan tidak mengikuti kegiatan gladi kotor LDK secara penuh.
            Sedangkan untuk tingkat kehadiran maba yang mengikuti gladi kotor LDK WaRNA dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Untuk tahun ini maba yang mengikuti pelaksanaan gladi kotor sebesar 98% dari total 1493 mahasiswa baru.[wdy, nur]
Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. agung a.k.a ambond berkata:

    pertanyaan ane sedari dulu,,kalo mahasiswanya dapet LDK trus para dosennya dapet apaan…???
    sejurus berjalannya waktu ntu maba pada lupa ama LDK,,krn apa,coba..??
    dosen a.k.a guru [di gugu lan di tiru] seyogianya menampilkan arti “kedisiplinan” itu sendiri,,bukan malah sebaliknya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *