Titik Api Karhutla Terus Melonjak, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional

Polines, Dimensi (19/10) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia. Namun, hingga kini, pemerintah belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Kementerian kehutanan mencatat 793 titik api hingga 10 Oktober 2026 dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) berdasarkan pemantauan melalui Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi).
Hingga 10 Oktober 2026, dari enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla, Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik api terbanyak, yakni 288 titik. Sumatera Selatan menyusul dengan 60 titik, Kalimantan Barat 44 titik, Kalimantan Selatan 28 titik, dan Jambi satu titik. Sementara itu, tidak ada titik api dengan kategori high confidence yang tercatat di Riau pada periode tersebut.
Berdasarkan data BNPB per 12 Oktober 2026, luas lahan karhutla yang masih dalam proses pemadaman mencapai 639,23 hektare. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas terbesar, yakni 524,6 hektare, yang terdiri atas 513,89 hektare lahan mineral dan 10,80 hektare lahan gambut. Di Sumatera Selatan, luas lahan yang masih dalam proses pemadaman tercatat sebesar 6,90 hektare.
Upaya pemadaman di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menghadapi kendala akibat kabut asap dan rendahnya jarak pandang. Kondisi tersebut menghambat operasi pemadaman melalui udara. Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan pemadaman di kedua provinsi masih mengandalkan operasi darat karena helikopter untuk water bombing tidak dapat beroperasi dalam beberapa hari terakhir.
Dampak karhutla juga dirasakan masyarakat, terutama melalui paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Di Banjarbaru, warga melaporkan keluhan berupa batuk, sesak napas, dan mata perih ketika asap mencapai tingkat kepekatan tinggi. Dinas Kesehatan Banjarbaru juga mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dari 829 kasus menjadi lebih dari 1.000 kasus per pekan.
Gangguan akibat karhutla juga dilaporkan memengaruhi aktivitas transportasi dan pendidikan. Sejumlah penerbangan di Kalimantan disebut dibatalkan, sementara kegiatan belajar mengajar di beberapa wilayah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Asap karhutla Indonesia juga dilaporkan berdampak pada sejumlah negara, yakni Malaysia, Timor Leste, Filipina, dan Singapura.
Meski begitu, pemerintah belum berencana menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Pemerintah menilai kondisi saat ini masih dapat ditangani, ungkap Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Dudung Abdurachman, usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (12/10/2026).
(Anindhita, Tim Riset)
https://www.jurnalpelopor.com/mengapa-karhutla-belum-ditetapkan-sebagai-bencana-nasional/
https://tirto.id/fakta-fakta-karhutla-kalimantan-update-titik-api-dan-dampaknya-hBDq
kalau soal prokernya yang lentera scholarship mekanismenya gimana yaaaa, ga sempet nonton kampanye dan pemaparannya hehe.
tangkap mulyono
Mesin memang tidak bisa diatur, namun memiliki aturan tersendiri. PPM masih berjalan lancar tapi berjalan dibalik layar
Mesin memang tidak bisa diatur, namun tetap memiliki aturan tersendiri. PPM tetap berjalan namun dibalik layar
baguss lillll 👌