Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Lambatnya Pendistribusian KTM Polines Angkatan 2022 Akibatkan Berbagai Keluhan – LPM Dimensi

Lambatnya Pendistribusian KTM Polines Angkatan 2022 Akibatkan Berbagai Keluhan

Ilustrator: Rizky Imam

Polines, Dimensi (16/06) – Proses Pembuatan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) Tahun Angkatan 2022 berlangsung sejak bulan November 2022 lalu. Berbeda dengan angkatan sebelumnya, pembuatan KTM kali ini bekerjasama dengan pihak Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Universitas Diponegoro (Undip). Adanya kerjasama tersebut dilatarbelakangi oleh pihak BNI yang memberikan tawaran berupa kerjasama dalam pembuatan KTM untuk mahasiswa angkatan 2022. Namun, kerjasama tersebut mengalami beberapa kendala yang mengakibatkan proses pendistribusian terhambat.

Zaenal Arifin selaku Staff Bidang Kemahasiswaan Polines menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan tawaran dari pihak BNI selaku kontributor terkait pembuatan KTM. “Berawal dari peninjauan hasil produk KTM tahun sebelumnya yang kurang baik serta adanya tawaran kerjasama pembuatan KTM dari pihak BNI,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kerjasama ini merupakan inovasi KTM pertama kalinya bagi Polines. “Nantinya KTM mahasiswa angkatan 2022 dapat digunakan juga sebagai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM),” tambah Arifin.

Di sisi lain, Ketua Himpunan Mahasiswa Sipil, Bagas Dwi menyampaikan bahwa mahasiswa mengeluh karena jadwal pengambilan yang tidak serentak. “Jadwal pengambilan KTM tidak serentak serta kurangnya sosialisasi menjadi kendala bagi mahasiswa,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Arifin mengaku telah mengupayakan langkah efektif yaitu dengan pembagian KTM sesuai kelas. “Namun, pihak BNI tidak menyetujui hal tersebut karena pengambilan KTM harus sesuai prosedur,” jelasnya. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pihak BNI tidak memberikan data Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan hanya mencantumkan nama serta rekening. “Hal itu menjadi salah satu alasan mahasiswa belum mendapat KTM ketika semua teman kelas sudah mendapatkannya,” tutur Arifin.

Di samping itu, Arifin mengimbau bahwa KTM tidak boleh menjadi barang jaminan atau dipindahtangankan karena sudah dialihfungsikan dari KTM menjadi KTM-ATM. “Saya telah menyampaikan hal ini kepada mahasiswa yang tergabung dalam grup WhatsApp (WA) Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K),” jelasnya. Namun Revalina selaku mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis mengatakan bahwa semua informasi sebaiknya disebarkan ke seluruh mahasiswa. “Informasi terkait KTM didapatkan dari teman-teman, padahal seharusnya dari pusat,” ungkapnya.

Di akhir, Revalina berharap pendistribusian KTM segera berakhir. “KTM lebih cepat didistribusikan agar bisa digunakan sesuai keperluan,” harapnya. Disisi lain, Muhammad Rendiansyah selaku mahasiswa Jurusan Teknik Elektro menyampaikan bahwa mahasiswa perlu diberikan sosialisasi terkait pendistribusian KTM. “Persiapan lebih dimatangkan dan perlu adanya sosialisasi yang menyeluruh,” pungkasnya.

(Lyla)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *