Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Indonesia Peringkat Kedua Penghasil Sampah Terbesar Dunia, Bagaimana Peran Pemuda? – LPM Dimensi

Indonesia Peringkat Kedua Penghasil Sampah Terbesar Dunia, Bagaimana Peran Pemuda?

Pemakaian salah satu kostum dari limbah kertas pada acara Greentyco Sabtu (7/7). Dok. Pribadi

Polines, Dimensi (8/7) – Sampah menjadi momok permasalahan lingkungan di mana-mana, bahkan hampir di seluruh dunia. Berdasarkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton. Sedangkan untuk Kota Semarang, sebagaimana dilansir dari Asatu.id (23/02), Gunawan Saptogiri selaku Kepala Dinas Lingkungan hidup (DLH) Kota Semarang menyampaikan bahwa Kota Semarang memproduksi sampah sebesar 1400 ton per hari. Lalu dari banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan tersebut, siapa yang harus bertanggung jawab mengelola sampah?

Di zaman modern yang penuh dengan kompetisi, generasi muda dituntut untuk berpikir kreatif, lebih peka dan kritis terhadap setiap kejadian dan peristiwa yang terjadi di sekitar. Dilansir dari Koran-Jakarta.com (22/1), Siti Nurbaya Bakar selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjelaskan pendidikan pengelolaan sampah sangat penting diberikan kepada generasi muda. Hal ini dilakukan karena generasi muda memegang peran penting dalam mengatasi sampah

Di zaman yang serba modern ini pun sampah, kreatifitas dan teknologi mulai berkolaborasi. Seperti yang dilakukan oleh Aji Restu, Efyra Nafta Febtiyanti, dan Ira Puji Prasetyowati. Dengan tujuan ingin mengenalkan lebih dalam tentang produk yang berasal dari limbah masyarakat, mereka membuat sebuah event yang diberi nama Greentyco (Green Creativity Corner) pada Sabtu (07/07) di UPT Bahasa Politeknik Negeri Semarang. Ira menjelaskan bahwa selain untuk melengkapi tugas akhir kuliah, event ini terinspirasi dari kebiasan dirinya yang suka mengolah barang bekas menjadi barang yang lebih berguna. Dalam acara tersebut juga menghadirkan Muhammad Arifin selaku owner Elzee Warehouse dan Reanes Putra selaku pendiri dari gerakan sampahmuda.com. “Saya suka membuat produk-produk olahan. Selain itu, di Polines jarang ada event seperti ini,” jelas Ira.

Pada sesi talkshow, Reanes Putra selaku pendiri dari sampahmuda.com menceritakan mengenai bisnis yang ia jalankan bersama dua rekannya. Dengan memanfaatkan website, ia berusaha membantu menyalurkan sampah rumah tangga maupun sampah kantor ke pengepul. Ia berharap agar sampah dapat dipandang sebagai sesuatu yang bernilai lebih dan bermanfaat. “Pengangkutan sampah dari tong sampah yang ada di depan rumah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), bukan akhir dari nasib sampah. Masih ada yang harus dilakukan untuk menuntaskan masalah sampah tersebut,” ungkap Reanes.

Acara Greentyco juga melibatkan siswa tingkat SMP/Sederajat, SMA/Sederajat dan mahasiswa umum untuk ikut andil dalam kegiatan tersebut dengan mengikuti lomba Green Fashion show dan lomba Recycled Product Contest. Ira berharap setelah event ini, ia bersama kedua rekannya dapat konsisten melanjutkan kegiatan pengelolahan sampah menjadi barang yang berguna dan memiliki nilai jual. Ia juga berpesan kepada generasi muda sekarang bahwa tidak semua sampah itu tidak berguna. Beberapa jenis sampah dapat didaur ulang sehingga menjadi barang yang lebih bermanfaat.

(Farida – Diliput : Ainul, Farida)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *