Siap Gelar Pilmapres, BEM Polines Turut Selengggarakan Diskusi Mawapres

Salah satu finalis Mawapres 2019 menyampaikan pengalamannya. Dok. Berliana

Polines, DIMENSI (14/03) – Diskusi mahasiswa berprestasi 2020 yang bertema “Implementasi SDG’S Dalam Revolusi Industri 4.0” telah dilaksanakan di Gedung UPT PP Lantai 3. Acara tersebut dihadiri oleh Person In Charge (PIC) Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) serta turut mengundang finalis Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 2019. Diskusi secara langsung ini, pertama kali dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kementerian Penalaran yang terbuka untuk umum.

Setiap tahunnya, Politeknik Negeri Semarang (Polines) menggelar sebuah kompetisi yang memperebutkan gelar Mawapres. Gelar ini, sebagai bentuk apresisasi bagi mahasiswa yang mempunyai prestasi di bidang akademik dan non akademik, maupun keilmiahan. Ajang ini ditujukan bagi mahasiswa program sarjana maupun diploma yang dilaksanakan oeh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI). Hal ini bertujuan untuk mencari mahasiswa terbaik yang bisa menjadi agent of change bagi masyarakat.

Galang Alif selaku Deputi Penalaran BEM Polines, menjelaskan tujuannya mengenai pengadaan diskusi yaitu ingin memperbaiki forum diskusi Pilmapres dari yang semula melalui via daring beralih menjadi diskusi langsung. Ia juga menjelaskan keinginannya agar Polines dapat mencapai tahap Pilmapres nasional. “Target yang ingin dicapai yaitu maju Pilmapres nasional, untuk diskusinya nanti seperti sharing oleh Mawapres dari tahun sebelumnya dan pemaparan dari PIC mengenai sistematika Pilmapres 2020 di Polines,” jelas Galang.

Dalam sesi tersebut, Wahyu Sulistyo selaku PIC Pilmapres juga memaparkan mengenai perubahan kualifikasi sistematika Pilmapres 2020. Perbedaannya terdapat pada penyertaan hasil Test of English for International Communication (TOEIC) maupun sejenisnya. “Mengenai standar poin Bahasa Inggris itu memang tambahan. Harapannya mampu go international,” tuturnya. Penyertaan Hasil TOEIC juga masih dalam tahap uji coba, sehingga dari panitia sendiri tidak menentukan batasan nilainya. Pemberitahuan tersebut diakui Wahyu agak mendadak sehingga beberapa mahasiswa menyampaikan keluhannya.

Ahmad Nur Fatkhul Cholbi selaku Mawapres 2019 setelah diadakannya diskusi tersebut berharap akan ada kandidat yang berprestasi dan mempunyai talenta. “Harapannya dapat mewakili Polines untuk maju ke tingkat nasional. Saya juga yakin bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan prestasinya masing- masing,” jelasnya.

Berliana, Sheila

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai