Majalah Dimensi Edisi Digital

Si Kembar dari Ngawi: Kegagalan adalah Kawan Menuju Kemenangan


(Dari kiri ke kanan) Rhiyo Yudha Febriyano dan Rhian Yoga Febriyano. Dok. Pribadi

“Menjadi juara satu bukanlah yang utama, tetapi berjuang untuk maju adalah hal yang paling utama,” ungkap Rhian saat ditemui sore itu di area kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines).

Polines, Dimensi (4/11) – Rhian Yoga Febriyano (Teknik Sipil, Kontruksi Gedung 2C) yang sering disapa Rhian bersama saudara kembarnya bernama Rhiyo Yudha Febriyano (teknik Sipil, Kontruksi SIpil 3A) berhasil torehkan beberapa kejuaran di kancah nasional. Tidak tanggung-tanggung, Si kembar bersama Rizal Darmawan (Ketua tim) yang tergabung dalam Tim Meranti Sipondra berhasil menyabet dua kejuaraan sekaligus di ajang perlombaan Civil Expo Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) 2019 di Surabaya. Mereka berhasil membawa pulang juara umum 3 dan juara kategori Strongest Bridge Award 2019 Dynamic Load Bridge Competition atau jembatan terkokoh.

Selain itu, Si kembar kelahiran Kota Ngawi, Jawa Timur ini beberapa kali menjadi finalis dan lolos dalam ajang perlombaan lainnya seperti Best Presentation Lomba Studi Ilmiah Polines 2018, Juara 2 Bussiness Plan Competition Polines 2018, Juara 2 Lomba Balsa Bridge Competition se-Jateng Universitas Negeri Semarang (Unnes) 2018, Juara 2 Lomba Desain dan Kekuatan Jembatan se-Jawa Tengah & DIY “Civil Days” Universitas Islam Indonesia (UII) 2018, Finalis Balsa Bridge Competition II Civil Festival Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) 2019, Lolos Program Mahasiswa Wirausaha Polines 2019, Lolos Pendanaan PKM-K 2019, dan Finalis Lomba Jembatan Nasional Civil Engineering Festival Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) 2019.

Dalam perjalanannya, kegagalan adalah kawan menuju kemenangan. Seringkali mereka lebih banyak menerima kegagalan dalam mengikuti kejuaraan. Terutama saat kegagalan menyambut mereka di ajang perebutan juara dalam Lomba Jembatan Nasional Civil Engineering Festival PNJ 2019, Rhian dan Rhiyo merasa perjuangan mereka tak ingin berakhir dengan sia-sia. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ikut andil dan bangkit kembali dalam Civil Expo ITS 2019.

Rhiyo mengatakan bahwa kerja keras ini juga tak luput dari semangat dan dukungan yang diberikan oleh Dosen pembimbing mereka, yaitu Yustinus Eka Wiyana. Mereka menyadari bahwa semuanya belum tuntas. Masih ada perasaan yang belum terluapkan dan masih ada harapan yang belum terwujudkan. “Dosen pembimbing bilang, menangis cukup satu kali, selanjutnya harus tertawa. Ya memang kita menangis di PNJ, tapi kita bisa tertawa di ITS. Itu yg selalu memotivasi kami,” ujar Rhiyo.

Bercerita mengenai keterlibatan Si kembar dalam kompetisi bergengsi Civil Expo ITS 2019 pada awal Oktober lalu, untuk pertama kalinya Polines mengikuti lomba Civil Expo ITS 2019 setelah diadakan selama 5 tahun berjalan ini. Perlombaan ini memperebutkan juara umum I, II, dan III dan juga juara kategori, yaitu kategori: terkokoh, terinovatif, tercepat, dan terimplementasi.

Di tengah euforia kemenangan yang belum berakhir, Rhian dan Rhiyo kembali mendapat kesempatan untuk maju di ajang lomba Kontes Jembatan Indonesia (KJI) yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Dalam ajang tersebut, Si Kembar berhasil pulang sebagai finalis dengan tim yang berbeda.

Orang tua adalah Motivasi terbesar mereka untuk terus tetap bergerak maju dan terus mencoba. Bagi Rhian dan Rhiyo, tak ada yang mampu mereka berikan kepada orang tua saat mereka masih duduk di bangku kuliah melainkan hanya dengan prestasi. Selain itu mereka juga merupakan anak bidikmisi yang tak ingin menyia-nyiakan apa yang telah diberikan pemerintah kepada mereka. “Salah satu bentuk aku ngasih feedback ke pemerintah ya dengan cara mengharumkan nama institusi,” jelas Rhiyo.

Dalam akhir wawancara, Rhian dan Rhiyo memberikan sebuah closing statement yang bagi mereka itu mampu membangkitkan semangat ketika sedang berada di bawah. “Sang juara bukanlah mereka yang tak terkalahkan, melainkan mereka yang sanggup bangkit dari kekalahan. Teruslah berjuang, dan teteplah semangat, karena menyerah bukanlah pilihan,” pungkas Rhian dan Rhiyo.

(Berliana)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai