Server Sempat Down, Pemira Teknik Mesin Dirasa Cukup Efektif

Potret laman pemilihan Presma dan Wapresma secara daring. Dok. Hasan

Polines, Dimensi (23/07) – Hari pertama Pemilihan Raya (Pemira) Serentak 2020 telah dilaksanakan secara daring untuk mahasiswa Jurusan Teknik Mesin. Acara berlangsung cukup efektif. Namun, kendala yang dialami tak dapat dihindarkan. Pasalnya dalam hal ini Pemira yang dilaksanakan secara daring terkendala beberapa hal seperti jaringan trouble, server down, sulit mengunggah foto identitas dikarenakan file yg terlalu besar, dan lain sebagainya.

Ilham selaku pengawas dari Polytechnic Computer Club (PCC) mengungkapkan bahwa tidak ada kendala signifikan yang terjadi di hari pertama. Hanya saja, dipertengahan terdapat kendala terkait server website yang down. Namun hal tersebut tak berlangsung lama. “Server down karena mahasiswa log in secara bersamaan yang menyebabkan terjadinya overload. Namun hal itu bisa diatasi dengan menunggu sekitar 30 detik sampai 1 menit kemudian di-refresh,” ujarnya.

Badan Pengawas Pemilihan Raya (BPPR) berwenang sebagai pengawas utama pelaksanaan pemira turut hadir dalam pengawasan yang dilakukan secara bergiliran di pusat pemantauan server tepatnya di Hall PKM Baru Lt. II dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini membuat BPPR terkendala kekurangan anggota untuk melakukan pengawasan. Zumar Hasan selaku wakil ketua BPPR, mengungkapkan bahwa kotak suara sejauh ini masih aman. “Sejauh ini kotak suara masih aman, nanti akan diadakan verifikasi antara foto identitas dengan user untuk perhitungan akhirnya, apakah sah atau tidak,” ungkap Zumar. Terkait pengawasan kemarin, Zumar menuturkan bahwa dari pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tidak dapat hadir. “Presma sepertinya sampai saat ini belum datang, dari informasi yang saya dapat bahwa presma telah izin menghadiri acara lain,” ungkapnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya dalam hal keamanan keberlangsungan Pemira, Hall PKM Baru yang merupakan posko utama pengawasan Pemira tidak diawasi oleh pihak Resimen Mahasiswa (Menwa). Hal tersebut disampaikan oleh Triyamah selaku Koordinator acara KPR, yang menjelaskan bahwa karena Pemira dilakukan secara daring, jadi tidak ada pengamanan khusus dari Menwa. Pihak yang bisa mengakses ruang server juga berjumlah tidak lebih dari 10 orang karena tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Antusiasme mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dalam pemira serentak ini cenderung meningkat. Seperti yang disampaikan Dimas Apriliya, pengawas perwakilan dari Himupinan Mahasiswa Mesin (HMM), “Pemilihan lebih mudah dilakukan karena dapat diakses dari mana saja sehingga tidak harus datang ke TPS dan dilakukan bersamaan dengan pemilihan ketua himpunan,” ucapnya. Lain halnya dengan Dimas, Ilham mengungkapkannya berdasarkan data kuantitatif suara yang masuk, “Dari satu sesi yang terdiri dari 140 mahasiswa, suara yang masuk setiap sesinya sekitar 100 mahasiswa, jadi antusiasmenya sekitar 70 persen,” jelas Ilham.

(Nita, Bunga)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai