Majalah Dimensi Edisi Digital

Sedang Menertawakan Pertiwi

Ilus: Aziz

Oleh: Entilupaa

Masih kutatap senja hari ini.
Menikmati riuh kota berlatar deruan Honda,
teriakan petugas parkir,
seruan supir angkot,
hingga jerit tangis tak bertepi.

Masih kutatap senja hari ini.
Ia seperti sedang menertawakan pertiwi.
Apa kabar masa reformasi?
Katanya sedang dikorupsi.

Riuh kota hari itu dipenuhi orasi.
Sesekali terdiam diambang perbedaan persepsi.
Yang di sana,
antara mendengar atau pura-pura mati.

Senja seperti sedang menertawakan pertiwi.
Bangku pelajar terbengkalai,
bising Honda berganti langkah kaki,
hari-hari penuh koalisi dan oposisi.

Nestapa masih terus ada. Sengsara masih terus melanda.
Tangis masih terus menjerit.
Kemakmuran masih terus jadi harapan.
Apakah diam akan menjadi pilihan?

Masih kutatap senja hari ini.
Tolong jangan tertawakan pertiwi.
Aku sedang menunggu mentari.
Siapa tahu,
esok lebih terealisasi.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai