MAJALAH DIMENSI EDISI DIGITAL

1001 Jamu Gendong Ikut Serta dalam Millenial Road Safety Festival

Penjual jamu gendong bersiap untuk pulang setelah pemecahan acara rekor MURI. Dok. Arizal

Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) selenggarakan acara Festival Damai atau disebut dengan Millenial Road Safety Festival (MRSF) pada Minggu (23/06) dengan tema “Mewujudkan Millenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang” di Lapangan Pancasila Kawasan Simpang Lima Kota Semarang. Acara yang dimulai pukul 06. 00 WIB ini dihadiri banyak pihak dari berbagai kalangan masyarakat.

Dilansir dari jateng.sindonews.com, menurut Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan bahwa kegiatan Millenial Road Safety Festival ini dimaksudkan untuk menanamkan pesan kepada generasi muda (millenial) agar selalu berhati-hati dalam berkendara.

Tak hanya itu, Polda Jateng juga menerima tiga penghargaan Rekor MURI. Capaian MURI yang pertama yaitu sajian lumpia terbanyak berjumlah 7000 lumpia, pembentangan Bendera Merah Putih terbesar dengan panjang 142,5 m x 95 m yang dibentangkan dari sisi Jalan Ahmad Yani ke arah Jalan Pandanaran. Serta pemecahan rekor MURI dari 1001 jamu gendong yang dimeriahkan oleh ratusan “Mbok” jamu gendong yang berasal dari berbagai daerah. Dikutip dari Tribunjateng.com, penghargaan tersebut diberikan oleh Manajer MURI, Ariana Siregar. “Pada hari ini kami mewakili MURI telah menyaksikan tiga kegiatan rekor sekaligus,” ungkap Ariana saat menyerahkan penghargaan kepada perwakilan dari Polda Jateng.

Acara ini dihadiri oleh beberapa komunitas dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah, yang sengaja diundang guna memeriahkan acara dalam rangka pemecahan rekor MURI tersebut. Sementara itu, saat ditanya mengenai rekor MURI jamu gendong, Suginah, Mutiah, dan Sofiatun selaku penjual jamu dari Kota Magelang mengaku bahwa mereka mengetahui acara ini dari Kepolisian Resor (Polres) Kota Magelang, yang sebelumnya telah mengadakan sosialisasi. “Tahu acara ini dari Pak Kapolres Magelang, dan ada pemberitahuan dari rumah ke rumah,” ujar Ibu Mutiah.

Ibu Suginah juga menambahkan bahwa Ia dan teman-teman seprofesinya merasa senang karena dapat ikut serta dalam memeriahkan acara ini. “Di sini kami hanya ikut memeriahkan saja, dan perasaannya senang bisa bertemu penjual jamu dari daerah lain,” ungkapnya.

Selain itu, adapula Indah sebagai perwakilan komunitas jamu gendong dari Wonosobo menuturkan hal yang sama, jika informasi acara MRSF diberitahu oleh Polres Kota Wonosobo. “Polres memberitahu kepada komunitas kami bahwa ada acara rekor MURI hari ini,” ujarnya. Ia mengaku bahwa dirinya tidak berprofesi sebagai penjual jamu tetapi untuk ikut acara ini, Ia dan teman-temannya telah diberikan pelatihan untuk cara mengolah jamu sebelumnya. “Kita ngga asli penjual jamu, cuma kita dikasih pelatihan untuk pengelolaannya,” tambah Indah.

Masyarakat yang hadir dalam acara MRSF ini terlihat antusias untuk mencoba jamu gratis yang diberikan oleh “Mbok-mbok jamu gendong” sapaan penjual jamu pada umumnya.

MRSF ini dibuka oleh penampilah dari parade drumband Akademi Kepolisian (Akpol), dilanjutkan dengan jalan sehat serentak, kemudian senam millenial. Pemberian penghargaan rekor MURI menjadi salah satu agenda yang paling penting dari acara ini. Selain itu, dilakukan Deklarasi damai oleh perwakilan Paskibraka.

Sebagai hiburan, ditampilkan pula Via Vallen yang dilanjutkan dengan pengundian dorprize. Dorprize yang diberikan oleh Polda Jateng meliputi 10 unit sepeda motor, tiga paket umroh, dan hadiah utama satu unit Mobil Brio. Penampilan dari Disc Jokey (DJ) Yasmin menjadi penutup acara yang diakhiri pada 11.00 WIB.

(Desy, Wahyu)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *