Majalah Dimensi Edisi Digital

Pintu Kamar Mandi Terawang, Timbulkan Banyak Keluhan

Ilus oleh: Yektiz

Oleh : Raka Adi Pratama
Penyunting : Amelia Ade Oktavina

Pembangunan yang merata memang menjadi harapan bagi setiap orang, terlebih lagi pembangunan sarana dan prasarana yang digunakan khalayak ramai. Kondisi fasilitas umum yang sudah tidak layak dan nyaman lagi untuk dipakai memang menimbulkan keresahan tersendiri bagi penggunanya. Solusi terbaik dari ketidaknyamanan itu adalah dilakukannya renovasi. Sampai saat ini, Politeknik Negeri Semarang (Polines) memang tengah gencar-gencarnya melakukan renovasi sana-sini demi memenuhi kepuasan bersama. Namun, renovasi yang dilakukan justru menimbulkan kekecewaan tersendiri karena tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu yang lalu telah dilakukan renovasi kamar mandi oleh pihak institusi di Jurusan Akuntansi Polines. Renovasi ini menjadi perbincangan karena meninggalkan ketidaknyamanan dalam menggunakan fasilitas tersebut. Ketidaknyamanan itu muncul akibat pintu kamar mandi menjadi terawang setelah direnovasi. Dari luar pintu, terlihat sekali bayangan orang yang sedang di dalam kamar mandi bahkan warna bajunya pun sangat kentara. Memang untuk kamar mandi laki-laki tidak terlalu menjadi permasalahan karena ada tempat sendiri untuk buang air kecil, tapi untuk kamar mandi perempuan tidak ada sehingga menimbulkan keluhan-keluhan. Ada teman yang ingin buang air besar di kamar mandi sampai celananya digunakan untuk menutup pintu kamar mandi supaya tidak kelihatan. Ada juga yang tidak sadar kalau pintunya terawang sampai diberi tahu baru kaget dan resah.

Sebelumnya di Ruang Serba Guna (RSG) juga pintunya seperti itu, tapi sekarang sudah ditutupi semacam stiker sehingga tidak terawang lagi, sedangkan untuk kamar mandi di Gedung Sekolah Dua belum dilaksanakan. Renovasi ini memang langsung dari pusat, bukan dari jurusan lagi. Pihak institusi sendiri mengatakan pintu seperti itu sudah standarnya untuk saat ini. Namun, dari institusi sendiri terkesan tidak tahu kondisi di lapangan seperti apa dan akibat yang timbul dari pintu kamar mandi yang terawang ini. Mungkin bisa dikatakan standarnya memang seperti itu, tapi kalau melihat di hotel-hotel, pintu kamar mandinya hampir sama dengan yang ada di sini namun kondisinya lebih buram sehingga tidak terawang. Bisa jadi renovasi ini memang diserahkan ke kontraktornya dan kesalahan timbul karena kontraktor yang membeli bahan tidak sesuai dengan standar, tapi tentu saja pengawasan dari institusi itu harus ada.

Pihak Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HiMA) sendiri sedang mengumpulkan data untuk dibawa ke jurusan terkait dengan keluhan yang ada. Tidak memungkinkan datang ke sana tanpa data yang valid, pasti akan ditanya terkait siapa saja yang merasakan hal itu dan harus disertai bukti. Kejadian pintu kamar mandi terawang ini sebelumnya sudah terjadi di jurusan lain. Ada yang sudah ditutupi dengan stiker karena protes dari mahasiswa, ada juga yang belum ditindak lanjuti dan masih menimbulkan keresahan hingga saat ini. Jika dipikirkan lagi tidak akan ada tindak lanjut kalau belum ada keluhan secara spesifik dengan menyerahkan data ke institusi. Oleh karena itu, mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi maupun keluhannya melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) masing-masing atau ke pusat langsung. Selain itu juga bisa disampaikan melalui temu akademik yang diadakan oleh jurusannya.

Renovasi ini memang dilaksanakan dengan itikad yang baik, kita memperoleh kamar mandi yang lebih bagus sekarang, tapi hal-hal kecil yang menimbulkan ketidaknyamanan juga perlu lebih diperhatikan dan ditinjau kembali. Pihak institusi sendiri diharapkan bisa lebih melakukan pengawasan, tak hanya dana yang diawasi, tapi proses pembangunan dan pemilihan bahan untuk renovasi juga harus diperhatikan.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai