Majalah Dimensi Edisi Digital

Persiapan Menwa dan KSR Hadapi LDK 2016

Polines, DIMENSI (22/08) – Menjelang diselenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) pada Rabu (23/08) Resimen Mahasiswa (Menwa) Politeknik Negeri Semarang (Polines) melakukan persiapan. Nandika Nurdin Pradana selaku komandan Menwa batalyon “Pati Geni” 950 menwa menjelaskan bahwa Menwa telah melakukan berbagai persiapan secara fisik maupun materi.

“Menwa sendiri telah melakukan kegiatan rutin seperti pelatihan fisik dan  pelatihan materi, yang sudah direncanakan satu bulan sebelum lebaran dan untuk bulan Agustus ini tinggal pemantapan saja . rangkaian pelatihan fisik sendiri seperti, lari, renang dan dilaksanakan satu minggu maksimal tiga kali. Sedang persiapan sarana dan prasarana seperti peminjaman tempat sudah diatur oleh penanggung jawab menwa  yang sekaligus pembina menwa Ahmad Supriyadi,” terang Nandika.

Persiapan menwa yang berkenaan dengan peraturan LDK tahun ini akan lebih dispesifikasikan lagi seperti peraturan katering yang tahun ini diwajibkan serta untuk seragam LDK diseragamkan untuk seluruh mahasiswa baru.

Persiapan lain khusus yang disiapkan menwa untuk LDK tahun ini yaitu berupa ceramah yang disampaikan oleh Jazirah kepada mahasiswa baru yang berhalangan pada jam shalat. Selain itu untuk LDK tahun ini menwa tidak mempersiapkan pertunjukan atraksi seperti LDK tahun lalu. “Tahun ini kami memang  tidak menampilkan pertunjukan atraksi dari menwa, alasannya kami ingin lebih memfokuskan pada pelaksanaan LDK,” tutur Nandika.

Persiapan lainnya tidak berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Sebagai contoh jajaran yang  berkerja sama dengan Menwa tahun ini yaitu Tentara Negara Indonesia (TNI) dan KSR Polines. “LDK tahun ini kami juga bekerja sama dengan KSR, dan TNI. Namun TNI yang bekerja sama tahun ini adalah TNI dari Kodim 07337BS”. Sedang tahun lalu TNI yang bertugas adalah Bateng Raider, pungkas Nandika.

Hingga memasuki H-2, presentase kesiapan menwa dalam menghadapi LDK tahun  ini telah mencapai 90% sedangkan 10% sisanya terbagi dalam 5% untuk dinamika di lapangan saat gladi kotor, dan 5%  untuk pelaksanaan LDK mendatang .

Persiapan selanjutnya dari pihak KSR saat kami klarifikasi ke Mila Arum Sari selaku wakil komandan KSR pada (21/08), telah mencapai  90%,. Presentase tersebut berasal dari beberapa persiapan seperti pelatihan fisik yang meliouti sit up, push up serta pematangan materi. Tujuan dari pelatihan fisik sendiri yaitu untuk memperbaiki kesiapan fisik petugas dan menjaga agar  petugas bisa menolong dalam kondisi yang prima. KSR telah memulai pelatihan fisik H-3 sebelum pelaksanaan .

Kemudian untuk persiapan vital seperti obat-obatan,  KSR  lebih berfokus pada penyediaan obat luar seperti  oabt merah, kasa, dan obat yang tidak diminum. Karena untuk obat-obatan yang diminum sudah diluar kendali KSR. Peralatan penunjang  pertolongan pertama yang juga telah disiapkan KSR yaitu berupa tandu, selimut, bantal, dan oxycan atau tabung oksigen dalam ukuran yang lebih kecil. Sedang untuk tabung oksigen yang berukuran besar sudah disediakan oleh TNI.

Sedangkan untuk persiapan di lapangan, koordinator lapangan KSR telah menugaskan kurang lebih 50 hingga 60 anggota baik dibagian belakang barisan maupun samping kanan kiri barisan mahasiswa baru. Selain itu KSR di lapangan juga bekerja sama dengan TNI dan poliklinik yang telah ditentukan oleh Institusi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi mahasiswa yang sakit serius dan jika kambuh saat LDK berlangsung.

 

Diliput dan ditulis oleh:

Yuli

Telah diterbitkan pada buletin cetak edisi pra-LDK.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *