Majalah Dimensi Edisi Digital

PENURUNAN KEDISIPLINAN MAHASISWA BARU PASCA LDK

Polines, DIMENSI (21/08) – Sejak awal Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengadakan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) hingga saat ini  setelah diadakan kegiatan LDK, tidak sedikit mahasiswa yang masih tidak disiplin setelah masuk masa perkuliahan, hal ini dapat dibuktikan dengan masih banyaknya mahasiswa yang mendapatkan hukuman jam kompensasi dari tahun ke tahun.

Nandika Nurdin Pradana, selaku Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 950 “Pati Geni” Polines mengatakan bahwa menurunnya kualitas kedisplinan mahasiswa sekarang adalah dari segi pribadi mahasiswa dan peraturan yang diterbitkan pemerintah tentang  perpeloncoan sehingga Menwa dan TNI tidak berani terlalu jauh dalam pelaksanaan LDK. “Yang penting dari kita mencoba mengenalkan dan mengajarkan apa itu arti kedisiplinan,” lanjutnya.

Dwi Arifin selaku ketua Badan Perwakilan Mahasiswa 2016/2017 mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa polines sekarang mengalami penurunan kedisiplinan. “Jika dulu LDK dilaksanakan di Magelang dibawahi langsung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) selama beberapa minggu, mahasiswa yang dihasilkan sangat signifikan perbedaannya dibandingkan dengan mahasiswa sekarang dan kampus lain.selain itu ada juga faktor yang mempengaruhi perbedaan signifikan kualitas mahasiswa yang dulu dengan sekarang diantaranya waktu pelaksanaan LDK yang lama dan teknologi yang belum merajalela,” jelasnya.

Meski begitu, Dwi Arifin menyatakan bahwa LDK sedikit banyak sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Dibantu dengan program yang diadakan institusi seperti halnya kompensasi yang secara tidak langsung memaksa mahasiswa untuk disiplin.

Kegiatan LDK diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi mahasiswa baru. “Semua mahasiswa bisa menikmati semua pembelajaran yang diajarkan di LDK 2016, diharapkan dengan LDK lima hari bisa menambah serta menguatkan rasa disiplin dan tanggung jawab setiap mahasiswa agar dapat membanggakan Polines kedepan,” pungkas Dwi Arifin.

 

Diliput dan ditulis oleh:

Mawar dan Nurul

Telah diterbitkan pada buletin cetak edisi pra-LDK.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *