Majalah Dimensi Edisi Digital

Peningkatan Mutu Melalui Program Double Degree

Polines, DIMENSI (18/12) – Program Studi (Prodi) D4 Manajemen Bisnis International (MBI) Politeknik Negeri Semarang (Polines) resmi menjalin kerjasama dengan Hanze University of Applied Science. Hal ini dibuktikan dengan ditanda tanganinya nota kesepahaman antara dua lembaga tersebut. Penandatanganan dilakukan oleh Supriyadi selaku Direktur Polines dengan Rob Verhofstad selaku Vice President Hanze University di Groningen, Belanda pada Kamis, (1/12). Kerjasama tersebut dilakukan untuk peningkatan mutu pendidikan melalui program double degree yang nantinya menggunakan sistem perkuliahan three plus one.

Lusia M. Silitonga selaku Ketua Unit Urusan Internasional Polines menjelaskan bahwa, penggunaan sistem three plus one berarti tiga tahun kuliah di Polines dengan mata kuliah dan kurikulum yang sama dengan Hanze University dan satu tahun kuliah di Hanze University, Belanda.

Menurutnya kerjasama ini sebagai peningkatan akademik Polines. “Tujuan kerjasama ini untuk peningkatan kurikulum dan prestasi akademik. Setiap perguruan tinggi pada umumnya mengarah pada sertifikasi internasional sehingga harus memiliki kerja sama internasional. Salah satu indikatornya punya mitra di luar negeri,” ucap Lusia.

Selain itu Yusmar Ardhi Hidayat, Ketua Progaram Studi Manajemen Bisnis Internasional menjelaskan bahwa kerjasama ini diperuntukan untuk kelas internasional Prodi MBI. “Kerjasama ini nanti untuk pembukaan program kelas internasional double degree untuk prodi D4 MBI. Double degree berarti mahasiwa yang lulus memiliki dua ijazah. Ijazah pertama dari Polines dan yang kedua dari Hanze University,” terangnya.

IPK minimal 3,5 dan nilai IELTS minimal 6 serta kemampuan keuangan adalah syarat yang harus dipenuhi mahasiswa MBI untuk bisa satu tahun kuliah di Hanze University.

Yusmar menjelaskan bahwa tidak ada batasan kuota untuk program ini. “Jika syaratnya terpenuhi satu kelas ingin ikut pun tidak masalah. Tetapi biasanya kendalanya itu pada dana, karena biaya hidup dan kuliah di Belanda ditanggung sendiri oleh mahasiswa. Ditambah lagi pihak Hanze University tidak memberikan beasiswa. Sehingga, secara otomatis tiga syarat tadi akan menyaring siapa yang berminat dan mampu,” terangnya.

Persiapan memulai double degree ini sedang dalam proses penyetaraan kurikulum. “Kami masih proses matching kurikulum. Dalam proses ini prodi MBI harus melakukan maping yang harus dijelaskan per mata kuliah. Dari mulai deskripsi, capaian, kompetensi serta output dari setiap mata kuliah,” kata Lusia.

Sementara itu, Nur Aini S. mahasiswa MBI merasa tertarik mengikuti program double degree. “Tentu saja saya tertarik. Sekarang ini juga sedang persiapan untuk persyaratan-persyaratan disana, siapa tahu lolos,” terangnya.

Diliput dan ditulis oleh:

Irma.A (Cakru-Magang)

Nafisah.N (Cakru-Magang)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *