Majalah Dimensi Edisi Digital

Meningkatnya Peserta Bazar dan Expo 2019, Tunjukkan Tingginya Minat Wirausaha Muda

Salah satu penjual dalam bazar sedang melayani pembeli. Dok. Cantika

Polines, Dimensi (15/11) – Kegiatan bazar dan expo Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun ini telah diadakan pada Hari Jumat (15/11). Kegiatan ini diselenggarakan oleh institusi yang bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahawan (UKM KWU). Agus Hidayat selaku ketua pelaksana mengaku bahwa peminat kompetisi ini meningkat cukup tinggi. Pasalnya peminat tahun ini jumlahnya melebihi ekspektasi, pada tahun lalu hanya 17 peserta yang mengikuti ajang tersebut sedangkan tahun ini meningkat menjadi 25 peserta, 24 diantaranya dari PMW dan sisanya adalah KBMI.

Peningkatan ini menurutnya dilatarbelakangi oleh semakin tingginya minat mahasiswa terhadap kewirausahaan dan kesadaran mahasiswa terhadap peluang-peluang bisnis yang ada. Adanya peningkatan itu sempat memicu keresahan panitia mengingat bahwa space yang tersedia di area kantin Tata Niaga (TN) sangat terbatas dan memungkinkan jarak antara satu stan dengan yang lain agak berdekatan. Tapi hal tersebut tidak mengurangi semangat peserta untuk mengenalkan produknya lewat acara tersebut. “Alhamdulilah antusias dari pengunjung cukup besar sehingga banyak dari mereka yang (dagangannya) sudah habis sebelum jam 10.30,” ungkap Agus.

Peserta kompetisi ini seluruhnya berasal dari kalangan millenial, hal inilah yang melatarbelakangi “take action to be young entrepreneur” dipilih sebagai tema acara bazar dan expo ini. Tema tersebut dimaksudkan agar anak muda bisa menjadi contoh untuk memotivasi anak muda lainnya untuk memulai usaha dan bisnis. Bazar dan expo ini menjadi wadah peserta untuk mempresentasikan ide-ide mereka yang sebelumnya telah dituangkan dalam karya ilmiah yang kemudian didanai oleh Institusi. Kegiatan ini bisa menjadi langkah awal mereka dalam mencapai kesuksesan dalam berbisnis.

Kami mengunjungi salah satu stan bernama Dodol Ampas Kulit Pisang, kemudian kami mewawancarai salah satu mahasiswa yang berjaga di stan tersebut, Aris Ariyanto mahasiswa Jurusan Teknik Sipil. Ia bercerita terkait alasannya memilih kulit pisang sebagai bahan baku produk. Menurutnya banyak orang ketika memakan pisang orang, akan membuang kulitnya begitu saja, lain halnya dengan inovasi yang diciptakan oleh Aris bersama empat orang temannya yang memanfaatkan limbah tersebut menjadi makanan yang nikmat. Walaupun dari kulit pisang yang terkesan tidak lazim dijadikan bahan baku olahan makanan, tetapi ia mengaku bahwa telah melakukan uji klinis sebelumnya. “Kami telah uji di Laboratorium Universitas Gajah Mada dan teruji klinis 0 % tidak ada bahan yang berbahaya yang terkandung dalam produk kami,” ujar Aris, selaku pengagas ide olahan tersebut.

Kedua adalah produk dari Muhammad Haris mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Kerupuk Pace. Pace atau mengkudu yang biasanya dijadikan jus kali ini dijadikan cemilan oleh kelompok tersebut. Sebelumnya karya ini telah dilombakan di Program Kreatifitas Mahasiswa saat menduduki bangku Sekolah Menengah kejuruan (SMK). Namun, sayangnya belum lolos. “Kami ikut PMW dan lolos pendanaan sehingga bagaimana harus me-manage uang tersebut agar tidak defisit dan banyak keuntungan yang kami dapatkan, yang pertama dari segi promosi karena produk kami lain dari yang lain,” kata Haris.

Mengenai harapan tentang kompetisi PMW dan KBMI serta bazarnya, Agus berharap tahun depan tetap diadakan dengan peserta dan pengunjung yang terus meningkat. Selain itu, ia juga berharap produk-produk yang dihasilkan oleh peserta bisa semakin sukses. Ia juga menyampaikan motivasi bagi mahasiswa agar mulai berani berwirausaha. ”Jangan pernah takut untuk mencoba dan melakukan hal baru, jangan memikirkan kegagalan dulu, Tuhan pasti akan memberi jalan ke kita,” pungkas Agus. (Ambar)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai