Majalah Dimensi Edisi Digital

Mengenal Kedua Pasangan Calon Presma-Wapresma

Ilustrasi: Syauqi
Olah digital: Dini

Pemilihan Raya (Pemira) Politeknik Negeri Semarang (Polines) tinggal menghitung jam. Sosok-sosok yang akan maju di panggung Pemira tahun ini terdiri dari dua pasangan calon (paslon) Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma).

Paslon Nomor Urut Satu

Pasangan pertama yaitu Dimas Indra Wahyudi dari Jurusan Administrasi Bisnis yang mencalonkan diri sebagai calon Presma, ia akan berkolaborasi dengan Muhammad Rizal Baihaqi dari Jurusan Teknik Mesin. Dimas pernah memimpin Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Administrasi Bisnis, sedangkan Rizal sempat menjadi Deputi Kementerian Sosial dan Politik BEM KBM Polines. Salah satu alasan Dimas maju menjadi calon Presma yaitu untuk kembali mewakili jurusannya yang belum pernah maju menjadi Presma sejak tahun 90-an, “Jadi itu juga menambah semangat saya untuk mencalonkan diri sebagai presma,” ujar Dimas.

Pasangan nomor urut satu ini memberi nama kabinetnya dengan sebutan “Tekad Muda”. Paslon satu memilih nama tersebut karena mengadopsi dari tulisan Tan Malaka yang berjudul Semangat Muda. Tan Malaka berbicara tentang kemerosotan semangat pemuda kisaran tahun 1920-an, yang mana tulisan itu bertujuan untuk membakar semangat para pemuda. “Kata semangat kami ganti dengan tekad, karena dengan nama itu kami berharap ketika nanti diberi amanah di BEM, kami selalu menggelorakan tekad muda untuk satu periode kepengurusan,” tambah Rizal.

Menurut paslon satu, ada beberapa hal yang ingin dibenahi dari kepemimpinan BEM sebelumnya. Salah satunya yaitu kondisi beberapa departemen yang kinerjanya belum maksimal. “Itu juga karena SDM-nya yang menurut saya kurang. Jika terpilih, kita akan seleksi anggota dengan sebaik-baiknya dan menunjuk yang benar-benar mampu di bidangnya. Lalu juga menilai sudut pandang dan cara mengatasi masalah-masalah di Organisasi Mahasiswa (Ormawa),” kata Dimas.

Dalam hal perubahan, paslon nomor satu ini meyakini setiap pergantian kepemimpinan pasti ada suatu perbedaan. Kendati tidak menyeluruh, tapi jika ada sesuatu yang harus diubah maka akan diperbaiki secara komperhensif bersama dengan pengurus BEM lainnya.

Paslon Nomor Urut Dua

Disisi lain, paslon nomor urut dua adalah Agus Fauzan Dewantoro dari Jurusan Teknik Elektro yang sempat memimpin HMJ Teknik Elektro, berpasangan dengan Adam Herlangga yang pernah aktif sebagai Staf Litbang dari HMJ Teknik Mesin. Fauzan sendiri juga pernah memimpin beberapa organisasi Kerohanian dan  Kepemudaan sama halnya dengan Adam.

Fauzan ingin maju di Pemira tahun ini sebagai calon Presma karena termotivasi kuat untuk memimpin dan berkontribusi lebih banyak. “Tidak jauh beda dengan maju Kahim sih, ada keresahan saja dari diri sendiri yang mendorong saya untuk maju. Dan juga karena kata bapak, lebih baik jadi kepala teri dari pada ekor gajah,” jelas Fauzan.

Jika berhasil unggul di Pemira kali ini, arah kebijakan dari paslon dua adalah memaksimalkan demokrasi, kekeluargaan dan profesionalitas. “Kalo saya, orangnya demokratis, ya lebih mengedepankan kekeluargaan tanpa menyampingkan profesionalitas,” ujar Fauzan.

Nama kabinet yang di usung oleh pasangan nomor dua adalah kabinet “Aksi Inovasi”. Nama tersebut dipilih karena sesuai dengan fokus kepemimpinan mereka kedepannya. “Lebih menyoroti dimana kalo kita punya angan-angan, maupun tujuan atau gebrakan baru, itu harus benar-benar kita usahakan dan diaksikan,” tambah Fauzan.

Menurut Fauzan dan Adam, evaluasi untuk kepemimpinan kabinet sebelumnya yaitu lebih menyoroti internal saja, karena masih banyak yang perlu dibenahi. Selain itu, paslon nomor dua juga ingin kembali membangun komunikasi yang baik antar Ormawa di Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Polines.

(Tami)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *