Majalah Dimensi Edisi Digital

Lusia, Mahasiswa Afirmasi dengan Berjuta Mimpi

1472186839607

Doc. Atam

Papua, daerah tertinggal di timur di Indonesia yang mengalami permasalahan minim sumber daya manusia berpendidikan tinggi ini, kini tengah dikembangkan melalui program beasiswa afirmasi oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kememristekdikti). Tujuan pemerintah mengadakan program ini, ialah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah terpencil sehingga mereka bisa mewujudkan mimpi dan membangun daerah tempat mereka berasal.

Polines sendiri di tahun ajaran baru 2016/2017 telah menerima mahasiswa afirmasi dari beberapa provinsi di Indonesia. Beasiswa afirmasi sendiri ialah salah satu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) (salah satu bagian Kemenristekdikti-red) yang ditujukan bagi mahasiswa yang berasal dari daerah 3t (terdepan, terluar, tertinggal).

Dewasa ini polines terdapat delapan mahasiswa afirmasi papua yang masuk di berbagai macam jurusan di Polines. Salah satunya Lusia Kegou, mahasiswa afirmasi asal Nabire Papua. Meskipun bukan dari kalangan keluarga berada namun semangat juangnya untuk terus memiliki pendidikan yang  tinggi hingga sarjana terus diwujudkannya. Melalui ujian tulis penerimaan beasiswa afirmasi pada (4/06) Lusi berusaha mewujudkan mimpinya menjadi banker dan mampu bertahan diantara 40 orang yang lulus ujian dari 500 peserta ujian di Papua.

Lusia dikenal sebagai siswi yang rajin membantu orangtuanya, selesai pulang sekolah ia membantu membersihkan rumah dan mengasuh kedepalan adik-adiknya. Sebagai anak pertama ia memiliki tanggung jawab yang besar untuk membantu perekonomian keluarga. Ayahnya seorang guru sekolah dasar dan ibunya adalah ibu rumah tangga biasa dengan delapan orang anak. Keluarga gadis yang lahir pada 21 Juni  1997  ini  pun  belum meiliki rumah sendiri, saat ini mereka tinggal menumpang dirumah saudara ayah Lusia. Karena hal inilah ia bertekad melanjutkan pendidikan meskipun tak memiliki biaya yang cukup untuk membantu orang tua dan adik-adiknya.

Gadis penyuka warna ungu ini juga memiliki prestasi yang bagus. Ia bersekolah di Yayasan Pendidikan Persekolahan Khatolik (YPPK), yang merupakan sekolah swasta nomor satu di Papua. Disana ia menduduki peringkat keempat se-SMA dan juga pernah menjadi juara pertama paduan suara se-Kabupaten Nabire. Kemauannya yang kuat untuk menjadi pegawai bank dan memperbaiki perekonomian keluarga diimplementasikannya melalui keputusan bijaksananya.

Meskipun Lusi diterima di jurusan yang bukan menjadi pilihannya yaitu Sarjana Terapan Administrasi Bisnis Terapan (ABT), Lusi tetap mau mengambilnya dan menyelesaikannya hingga akhir. Baginya rejeki bisa berasal darimana saja, mimpi bisa ditempuh dari jalan mana saja, asalkan kita mau berusaha dalam mewujudkannya terlepas seberapa berat jalan itu ditempuh.

Bagi mahasiswa yang memiliki hobi bernyanyi ini, terpisah jauh dari orangtua selama empat tahun merupakan hal yang sangat sulit, namun jika kembali mengingat mimpinya ia kembali berusaha menguatkan diri. Mimpinya membagun Papua menjadi lebi baik disampaikannya kepada keluarga, kerabat, dan sahabatnya di Papua. Melalui hal tersebut ia mampu membuktikan bahwa afirmasi pun jugu punya kemampuan dan hak untuk mewujudkan mimpi mereka.

 

Diliput dan ditulis oleh:

Yuli Hastuti

Telah diterbitkan pada buletin cetak edisi LDK hari kedua.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Imamets berkata:

    Semangat semangat semangat..
    Indonesia bisa Polines bisa ?

  2. fery berkata:

    semangat, mari berusaha bersama membangun bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *