Majalah Dimensi Edisi Digital

Kuota Mahasiswa Bertambah, KBM Dinilai Tetap Efektif

Ilustrasi :Aziz

Polines, Dimensi (15/08) — Jumlah kuota penerimaaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Semarang (Polines) tahun akademik 2019/2020 mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Diungkapkan oleh Ketua Panitia (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru) Polines, Dadi, S.T, M.Eng bahwa secara keseluruhan dari jalur seleksi SPA (Seleksi Potensi Akademik) sampai Ujian Mandiri jika dirata-rata terjadi kenaikan sebesar 12-17%. Menurut Kepala program studi (Kaprodi) Sarjana Terapan (S.Tr) Analis Keuangan, Sri Widyati mengungkapkan bahwa kenaikan penerimaan kuota mahasiswa tersebut dirasa tidak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam perkuliahan.

Sri Widiyati menambahkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan daya serap mahasiswa terhadap materi yang disampaikan dosen pengajar dinilai tetap efektif. “Kondusif atau tidaknya proses KBM bergantung pada ketertiban masing-masing mahasiswa,” ujar Sri.

Kenaikan tersebut dilatarbelakangi oleh kajian yang telah dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Puan Maharani terhadap Angka Partispasi Kasar (AKG) Pendidikan Tinggi di Indonesia yang masih terbilang rendah dibanding negara-negara tetangga. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan kuota mahasiswa agar bisa memenuhi AKG yang ditargetkan. “Target AKG untuk Politeknik adalah 40% sedangkan untuk Polines baru menyentuh angka 39%,” terang Adhy Purnomo, S.T., M.T. selaku Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polines.

Untuk memenuhi target tersebut Polines mengambil kebijakan dengan dilakukannya penambahan diseluruh program studi (prodi) di Jurusan Administrasi Bisnis dan Akuntansi. Jumlah mahasiswa yang semula berjumlah 24 mahasiswa perkelas kini menjadi 26-30 mahasiswa serta satu prodi di Jurusan Elektro yaitu Teknik Informatika yang semula berjumlah 24 mahasiswa perkelas kini juga menjadi 26 mahasiswa.

Alasan dilakukan penambahan di beberapa prodi tersebut karena penggunaan alat praktek yaitu komputer yang dinilai lebih memungkinkan dibanding dengan prodi lain. “Seperti di Jurusan Mesin idealnya one machine one person sekarang saja sudah satu mesin digunakan untuk dua orang, kalau ditambah lagi ya tidak bisa,” ujar Adhi. Selain itu, kembali lagi kepada ciri dari lulusan Politeknik bahwa harus berdaya saing, berkarakter, dan kompeten dibidang keahliannya. Jika terlalu banyak mahasiswa dalam satu kelas maka akan ada kemungkinan karakter tersebut akan pudar.

Dadi menerangkan, bahwa penerapan jumlah mahasiswa Polines perkelas sebanyak 24 orang bukan karena Peraturan Akademik (PERAK) ataupun dari Undang-Undang (UU) tapi jumlah tersebut mengikuti dari awal berdirinya Polines tahun 1982 yang sudah disesuaikan dengan ketersediaan alat-alat praktikum.

Penambahan ini diberlakukan mulai tahun akademik 2019/2020 dan tahun akademik selanjutnya. Apabila memungkinkan nantinya akan terjadi kenaikan kuota penerimaan seiring penambahan alat-alat, ruang, dan mebueler di prodi-prodi Teknik. “Penambahan kuota juga dapat menambah kesempatan bagi siswa SMA/SMK/Sederajat untuk dapat lolos masuk di Polines,” pungkas Sri Widyati. (Ambar)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *