Majalah Dimensi Edisi Digital

Hari Pertama LDK, Kedisiplinan Belum Diterapkan oleh Maba

Polines, DIMENSI (23/8) – Memasuki hari pertama pelaksanaan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK)  pada Selasa (23/8), belum semua mahasiswa baru (maba) mematuhi peraturan yang ada. Masih ditemukan maba  yang datang terlambat maupun tidak memakai atribut yang telah ditentukan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) Pati Geni Batalyon 950 Politeknik Negeri Semarang (Polines). “Dalam peraturan sudah tertulis persyaratan kalau harus memakai celana kain, tetapi masih ada yang memakai celana bahan jeans,” tutur Taufik Akbar, maba jurusan Teknik Elektro.

“Sebenarnya kalau bangun kesiangan itu tidak. Karena berangkat dari Ungaran jam setengah enam, ya waktunya bisa mencukupi. Ternyata sampai lapangan danton memanggil saya untuk baris terpisah di lapangan basket untuk menerima sanksi,” tegas Trisha Adelia Martin, maba dari pleton dua kompi B, salah satu maba yang datang terlambat. Ia menjelaskan bahwa maba yang datang terlambat, dibuat berbaris terpisah di lapangan basket untuk ditanyai alasan keterlambatan oleh danton dan kemudian diberikan sanksi, berupa hukuman jongkok dan jalan jongkok bolak-balik.

Trisha yang juga maba Jurusan Akuntansi ini menuturkan bahwa ia merasa terkejut dengan hari pertama LDK, tapi lebih capek saat gladi kotor kemarin. Saat LDK ia sudah tahu jika akan seperti ini, dari pandangan saat gladi kotor kemarin. Walaupun pembukaan LDK diawali dengan rapat senat dan dilanjutkan gerakan ice breaking yang diikuti oleh seluruh maba, nyatanya belum cukup untuk melatih kekuatan fisik peserta. “Itu hal biasa. Karena fisiknya belum kuat, belum terbiasa saja,” jelas Imam Masroni, Komandan Pelatih Kodim 0733 BS.

Berdasarkan pengamatan Imam terhadap kedisiplinan maba, ia menuturkan bahwa dalam mobilisasi masih ada maba yang terlambat memenuhi perintah menwa untuk sampai di lapangan. Contohnya, pada saat mobilisasi sholat dhuhur tadi. Sebagai mahasiswa Polines yang telah dikomandoi oleh Menwa, seharusnya maba dapat mematuhi perintah Menwa.  “Kedisiplinan juga tergantung masing-masing pribadi orang. Semua akan berpengaruh semisal saat menerima perintah menjalankan tugas,”  pungkas Imam.

Informasi terkait jumlah maba yang tidak taat dengan aturan serta sanksi yang diberikan oleh menwa, hingga artikel ini ditulis pihak menwa belum berkenan untuk dimintai klarifikasi maupun keterangan apapun. “Saya beserta anggota belum sempat istirahat. Terlebih lagi setelah ini kami akan melakukan koordinasi kembali dengan Poniman selaku Wakil Direktur III bidang Kemahasiswaan dan para pelatih Kodim 0733 BS,” jelas Nandika Nurdin Pradana selaku Komandan menwa.

 

Diliput dan ditulis oleh:

Akidatul Ulfa

Telah diterbitkan pada buletin cetak edisi LDK hari pertama.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *