Majalah Dimensi Edisi Digital

Festival Kampung Pelangi: Seribu Lampion Batal Dipasang

Potret Kampung Pelangi Semarang. Dok. Rara

Semarang, DIMENSI (19/11) – Saat ini tengah berlangsung Festival Kampung Pelangi, dan akan terus berlangsung selama bulan November. Berbagai kegiatan diselenggarakan guna memeriahkan festival tersebut, mulai dari festival 1000 lampion, lomba mural, lomba kreasi lumpia, lomba memancing, bazar, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, santer terdengar bahwa salah satu event yang diselenggaran akan dibatalkan, yaitu Festival 1000 Lampion.

Saat dikonfirmasi tentang adanya pembatalan Festival 1000 Lampion kepada Tri Prawoko selaku koordinator kegiatan Festival Kampung Pelangi, ia membantah dan meluruskan kabar yang beredar. “Sebenarnya tidak dibatalkan, hanya ditunda.” Ia menjelaskan bahwa penundaan acara Festival 1000 Lampion dilakukan karena adanya kendala keuangan. Bahwasannya saat ini belum tersedia anggaran yang dialokasikan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang untuk acara tersebut. Hal itu dikarenakan jumlah dana yang relatif besar yaitu sekitar 150 juta. “Acara ini baru akan diselenggarakan sekitar pertengahan tahun 2020, sebelum musim penghujan tiba,” ujar Prawoko saat mengonfirmasi waktu pelaksanakan Festival 1000 Lampion. Rencananya Festival 1000 Lampion baru akan diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020. Prawoko dan panitia yang lain juga berusaha mencari dukungan dana dari pihak swasta. Namun, masih belum mencukupi. “Memang disayangkan tapi mau bagaimana lagi, dipaksa pun kita juga tidak ada dana sebesar itu, dari pihak tertentu juga belum bisa mencukupi. Jadi kita berjalan sesuai acara saja,” tambahnya.

Arma, salah seorang pengunjung Festival Kampung Pelangi pun turut menyampaikan kekecewaannya. “Pastinya sedih dan kecewa. Sudah dinanti-nantikan, tetapi sayangnya harus ditunda sampai tahun depan,” ujarnya. Prawoko juga mengungkapkan, jika banyak pihak yang menghubungi beliau, menanyakan kapan festival lampion diadakan, bahkan salah satu pihak dari Jakarta juga menanyakan kabar festival ini. “Saya jawab apa adanya, memang keadaannya seperti ini, mau bagaimana lagi. Mereka kecewa, tapi juga memakluminya, karena ini akhir tahun, susah cari bantuan dana,” ujar Prawoko.

Rencananya lampion-lampion tersebut tidak untuk diterbangkan. Namun sebagai instalasi yang digantung di sepanjang jembatan. Lampion yang terbuat dari kain ini nantinya akan dipasang logo-logo perusahaan yang mensponsori acara tersebut. “Rencananya kalau jadi akan dinyalakan setelah maghrib, tetapi jam 12 akan dimatikan. Kalau ada lampion di atas sungai itu kan bagus buat spot foto, tapi kembali lagi, karena dananya tidak menyukupi, festival ini ditunda sampai tahun depan,” ujar Prawoko.

Namun, bagi para pengunjung yang ingin datang ke Festival Kampung Pelangi tidak perlu risau. Masih banyak acara-acara lain yang diselenggarakan oleh panitia dan tentunya dibuka untuk umum. Ada bazar Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) masyarakat, lomba mural, dan lomba kreasi lumpia. Selain itu, pada hari Minggu (10/11) ada kegiatan kerja bakti massal dan pengecatan ulang rumah-rumah warga di Kampung Pelangi. Hal tersebut bertujuan untuk menambah estetika dan mempercantik spot foto di kampung Pelangi. Selain itu, acara pengecatan ulang rumah warga sekaligus sebagai penutup Festival Kampung Pelangi.

Ayu dan Rara (Kru magang).

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai