Majalah Dimensi Edisi Digital

KONTROVERSI ISU PEMINDAHAN POLINES

POLINES, DIMENSI (07/08) – Bertepatan Dies Natalis ke 34, pada Sabtu (6/8), Politeknik Negeri Semarang (Polines) diterpa isu tak sedap. Kabar mengenai akan dipindahkannya Polines yang telah lama terdengar, kini kembali mencuat. Hadirnya kembali kabar tersebut berawal dari pernyataan yang ditulis Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Yos Johan Utama, Rabu (3/8) di akun media sosial facebook miliknya. Melalui akun pribadinya tersebut, Yos menuliskan bahwa “Rapat Pertama persiapan rencana pemindahan kampus polines, semoga Allah Swt meridhoi dan memudahkan niat baik ini , amin”. Dalam pernyataaan tersebut, Yos juga menyertakan foto bersama para petinggi Undip dan Polines.

Status dan foto tersebut tentu saja menimbulkan pro-kontra dikalangan civitas akademika kedua kampus tersebut. Dalam sekejap status tersebut sudah beredar luas dan menjadi perbincangan hangat. Mengutip dari akun facebook milik Yos, dalam membalas komentar salah seorang yang menanyakan tentang kepindahan Polines, ia mengatakan ,“Lahan yang dipakai polines 11ha dulunya lahan undip. Agar Polines dapat berkembang maka perlu lahan yang lebih luas lagi. Sementara Undip juga perlu lahan untuk berkembang mengingat jumlah mahasiswa yang semakin besar”.

Sebelumnya, pihak kami (Dimensi- red) sendiri, telah melakukan penelusuran dan  mengklarifikasi kabar tersebut melalui Wakil Direktur II Noor Ardiansyah pada (28/6). Beliau memberikan pernyataan bahwa dipindahnya Polines merupakan isu belaka, “Setahu saya belum ada kabar resminya, belum ada hitam diatas putihnya. Belum ada dasar yang jelas dan ini hanya isu saja. Ketika kita bertemu pak rektor pun kita juga biasa saja, tidak pernah membahas tanah secuilpun,” tuturnya. Noor Ardiansyah menambahkan bahwa didirikannya Polines ini merupakan grand dari Bank Dunia untuk mendirikan pusat pendidikan yang menjembatani antara operator dengan engineering atau disebut dengan Ahli Madya. Pada tahun 1982 didirikanlah Politeknik di enam kota di Indonesia, termasuk di Semarang. Namun saat itu belum ada undang-undang yang mengatur tentang bentuk pendidikan Politeknik, maka dari itu dititipkan ke perguruan tinggi yang sudah ada bentuknya. Ketika itu Polines dititipkan ke Undip, dengan nama Politeknik Undip.  “Dananya itu dari Bank Dunia dan dibelikan tanah disitu, bukan dana dari Undip,” ucapnya

Sedangkan Wakil Rektor II Undip, Darsono, yang kami temui di kantornya pada (3/8), mengatakan bahwa, “kami memang mempersilahkan polines untuk pindah, tetapi jika tidak mau ya tidak masalah dan jika mau kami dari pihak undip akan membantu proses pemindahan tersebut,”.

Bagas Saputro, selaku Presiden Mahasiswa Polines langsung mengklarifikasi isu tersebut kepada Poniman selaku Wakil Direktur III. Setelah itu Bagas langsung memberikan pernyataan kepada segenap mahasiswa Polines yang intinya berisi: himbauan agar tidak terprovokasi dengan adanya pernyataan dari salah satu pihak tersebut.

Sementara itu sampai berita ini ditulis, Direktur dan Wakil Direktur Polines belum dapat kami mintai keterangan lanjut mengenai pernyataan yang beredar tersebut.

 

Diliput dan ditulis oleh :

Nefia Ayu Prasasti

Nurindah Suminaringwulan

Richa Meiliyana

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

4 Respon

  1. Hafidz berkata:

    Ditunggu kabar selanjutnya.

  2. nova anisa berkata:

    di tunggu berita selanjutnya ?

  3. edy setyawan berkata:

    Butuh biaya dan schedule yang besar,tapi kalo mau pindah tolong bikim civil design kampus yang modern dan green seperti di Republic Polytechnic Singapore,bisa dicontoh. Dari:
    Edy Setyawan,Mechanical Engineer,Alumni Politeknik Undip/Politeknik Negeri Semarang,Departemen Teknik Mesin,Program Studi Teknik Energi Angkatan 1989

  4. edy setyawan berkata:

    Butuh biaya dan schedule yang besar,tapi kalo mau pindah tolong bikin civil design kampus yang modern dan green seperti di Republic Polytechnic Singapore,bisa dicontoh. Dari:
    Edy Setyawan,Mechanical Engineer,Alumni Politeknik Undip/Politeknik Negeri Semarang,Departemen Teknik Mesin,Program Studi Teknik Energi, Angkatan 1989

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *