Majalah Dimensi Edisi Digital

Kongres Mahasiswa Menuai Klarifikasi dan Tuntutan

Polines, DIMENSI (02/06) – Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) mengadakan musyawarah “Koordinasi Ormawa” pada Rabu (01/06) dengan tujuan untuk mengklarifikasi terkait permasalahan yang timbul ketika kegiatan Kongres Mahasiswa (KM) pada Sabtu (28/05) dan Minggu (29/05) lalu. Musyawarah yang dilaksanakan di Hall BEM Lama pukul 19.00 WIB ini mengundang ketua masa jabatan lama dan baru dari BPM, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Semi Otonom (BSO), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) serta mahasiswa yang terlibat dalam kasus rekaman, Mina Muthoharoh dan Rizky Febriani.

 

Peserta Tidak Lengkap

Musyawarah baru dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Namun pada saat pembukaan musyawarah, anggota dan demisioner Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil (HMS) serta Bahrul Huda selaku Presiden Mahasiswa (presma) periode 2015/2016 belum berada di tempat. Selama menunggu kedatangan mereka, peserta pun meminta klarifikasi dari Mina Muthoharoh selaku anggota BEM dan Rizky Febriani selaku anggota baru BPM terkait dengan rekaman yang dikeluarkan saat KM.

 

Klarifikasi Rekaman

“Saya mengakui bahwa itu percakapan saya dengan saudari Mina, percakapan saya itu percakapan pribadi yang tidak seharusnya di publikasikan diranah publik, dan itu pure opini saya pribadi,” ungkap Febri. Namun, Febri mengatakan bahwa ia tidak mengetahui jika percakapan tersebut telah direkam oleh Mina. Sedangkan Mina menjelaskan bahwa awalnya ia hanya berniat menjadi saksi terkait rekaman tersebut dan tidak mengira bahwa masalahnya akan melebar seperti sekarang ini.

 

Kedatangan HMS dan Bahrul Huda

Sekitar pukul 21.00 anggota dan demisioner HMS datang. Namun karena Bahrul belum berada di lokasi, peserta musyawarah meminta BPM untuk mendatangkan Bahrul Huda. Alasan Bahrul tidak hadir dalam musyawarah tersebut karena ia tidak mau diundang sebagai presma apabila ini bertujuan untuk klarifikasi terkait pesan siaran. Ia meminta untuk diundang sebagai mahasiswa. Kemudian, pihak BPM kembali menulis surat resmi kepada Bahrul untuk menghadiri Musyawarah Ormawa. Kali ini BPM mengundang Bahrul sesuai permintaannya, sebagai mahasiswa bukan presma. Setelah itu Bahrul datang dalam musyawarah dengan dijemput oleh Zakky Muammad Shadiq selaku anggota baru BPM dan Khatam Uji Ahmadi selaku Wakil Presma periode 2015/2016. Kemudian dilanjutkan membahas terkait pesan siaran yang ditulis oleh Bahrul.

 

Klarifikasi Pesan Siaran

Selama jalannya musyawarah peserta banyak mengajukan pertanyaan kepada Bahrul terkait pesan siaran. “Benar saya yang menulis pesan tersebut. Namun bukan saya yang mem- broadcast-nya,” ungkap Bahrul. Ia mengaku hanya mengirim pesan tersebut kepada Mina dan Raufu. Saat ditanyai mengenai pesan siaran yang dikirim kepada dirinya, baik Mina maupun Roufu mengaku tidak menyebarkan lagi pesan siaran dari Bahrul tersebut. Pesan siaran yang dikirim Bahrul berakhir di tangan mereka. Bahrul juga meminta kepada seluruh forum dan BPM untuk menanggapi tulisan yang ada di dalam pesan siaran. Dari tanggapan forum tersebut mengatakan bahwa tulisan itu hanyalah opini Bahrul semata.

 

Permohonan Maaf

Koordinasi ormawa berkahir pukul 00.30 WIB dengan klarifikasi dari Bahrul Huda, Mina Muthoharoh, dan Rizky Febriani. Klarifikasi tersebut di tulis di atas kertas dengan tanda tangan dan nama terang dari masing-masing yang memberi klarifikasi forum. Setelah memberi klarifikasi, Bahrul diminta oleh forum untuk meyakinkan mereka atas klarifikasi yang telah diberikan. Selain itu Bahrul diminta oleh salah satu perwakilan Ormawa untuk menyebarkan klarifikasi tersebut ke media sosial dan disetujui oleh forum. Dengan tegas bahrul mengatakan, “Demi Allah saya akan diam selama menjadi mahasiswa di sini.”

 

Berikut klarifkasi yang dituliskan:

 

Bahrul Huda

Assalamu’alaykum warrohmatullahi wabarokatuh

Saya Bahrul Huda adalah orang yang menulis tulisan yang menjadikan teman-teman memandang buruk KBM Polines. Bukan maksud saya dan lembaga untuk menjatuhkan salah satu atau beberapa pihak yang ada dalam opini saya. Tidak ada maksud apa-apa dari saya. Dan kepada kepada teman-teman BPM sudah mengklarifikasi kalau semua poin yang ada dalam opini saya tidak benar. Saya pun meminta maaf kepada saudara Arifin dan saudara Rendi bila saya salah dalam memberikan opini. Pesan dari saya ayo sama-sama kita saling memberikan aspirasi dan kritik yang membangun untuk KBM kita bersama. Saya harap agar tidak ada aspirasi yang dibungkam demi kebaikan KBM bersama.

Wa’alaykumsalam warrohamtullahi wabarokatuh

Tertanda

Bahrul Huda

 

Mina Muthoharoh

Assalamu’alaykum warrohamtullahi wabarokatuh

Saya Mina Muthoharoh meminta maaf apabila ada pihak yang dirugikan. Kemarin niat saya hanya menjadi saksi. Tidak ada niat saya untuk menjatuhkan siapapun. Saya meminta maaf kepada pihak-pihak terkait yang disebutkan dalam rekaman. Dan saya meminta maaf kepada mbak Febri jika merasa dirugikan.

Wassalamu’alaykum warrohmatullahi wabarokatuh

Ata nama

Mina Muthoharoh

 

Rizky Febriani

Assalamu’alaykum warrohamtullahi wabarokatuh

Saya Rizky Febriani mengakui bahwa yang ada di dalam rekaman tersebut adalah benar suara saya, namun saya sama sekali tidak tahu percakapan tersebut direkam oleh saudari Mina. Percakapan tersebut adalah murni percakapan pribadi tanpa adanya unsur kesengajaan untuk menjatuhkan pihak manapun dan tidak ada maksud untuk mempublikasikan di ranah publik. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang dirugikan di dalam rekaman tersebut. Mohon maaf kepada KBM Polines, BPM, saudara Arifin, dan saudara Rendi.

Wassalamu’alaykum warrohmatullahi wabarokatuh

Atas nama

Rizky Febriani

 

Setelah pemberian klarifikasi dan pernyataan langsung, HMS menuntut permasalahan ini untuk dibawa menuju Wakil Direktur III. Dan hal ini sudah disetujui oleh forum. Untuk selanjutnya kasus pembersihan nama HMS masih dalam proses.

 

 

Diliput dan ditulis oleh:

Wilda Nurlaili Chandra

Nur Alifa Aliyah

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

19 Respon

  1. Hamba Allah berkata:

    Duh kayak sinetron :v

  2. unknown berkata:

    Tidak ingin diundang sebagai presma melainkan mahasiswa biasa, namun datang saja harus dijemput layaknya presma. Maksudnya?

  3. Mahasiswa 2014 berkata:

    Cepet kelar aja, dan jgn ada lagi ego atau konflik kepentingan.. Hidup Mahasiswa!! Polines, Jayaa!!

  4. unknown berkata:

    macam kasus besar (negara) hmm..

  5. unknown berkata:

    Lha trs yg nyebar broadcast siapa ya, mas bahrul? jgn lempar batu sembunyi tangan dong :v

  6. nn berkata:

    intinya ati-ati temenan ama mina. bocoran dia, wkwkw

  7. soleh berkata:

    Yg salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah.
    Ngapain mina minta maaf??
    Dia kan g salah??
    Dia cuma menunjukan yg bpm??
    #CALONKORUPTOR

    • soleh berkata:

      DIMENSI jdoh ya sama BPM?
      Kawinnin ajah

      • Tukang nyimak berkata:

        Haha. Terlalu persuasif. Ada yang bilang kalau masalah seperti ini jangan di bawa ke medsos dan lain sebagainya. Takutnya merusak citra polines. Lha ini terus apa? Kwkkwkw ini kan juga media kwwk. Macam orde lama aja media dibatas batasi ahha. Salut buat LPM Dimensi. Semakin jaya lah pokoknya. Harapannya dimensi sebagai badan semi otonom bersifat netral dan hanya sebagai pengamat saja. Tidak memihak siapapun. Polines Jaya

  8. Imam edi susanto berkata:

    Sudah terendus sejak dibenarkan nya mengambil proyek dengan pelicin 25% dibenarkan.
    Ingat emosi tidak pernah memecahkan masalah!

  9. hamba Allah berkata:

    yang hadir di diskusi sadar ngk sih kalo di bawa ke wadir bakalan panjang?? berkaca ke kasus di unnes. rektor 3 gerak, bem nyaris gagal di lantik.. haduh ntah lah

  10. Mahasiswa umum berkata:

    Jika berita atau wacana atau apalah ini terus di kabarkan. Justru akan menambah panjang masalah dan membuat baper di beberapa pihak yang menyebabkan perpecahan. Sidang lanjutan telah selesai. Ayolah maju, perbaiki. Buatlah kesatuan jangan perpecahan.

  11. WKwk berkata:

    wkwkwk… apa cuma gw disini yang suka dengan hal-hal yang udah terencana tapi jadinya kacau

  12. Syarif berkata:

    Semoga terselesaikan dengan baik. Meskipun masih terlihat keganjalan

  13. Tukang nyimak berkata:

    Ntah apa motivasi dari forum sampai permasalahan ini dibawa sampai ke wadir 3. Hmm bukan kah semuanya sudah diklarifikasi? Dan sudah jelas semua? Mau pembersihan apalagi? Sebenarnya yang mau dicari jalan tengah apa kambing hitamnya? Ntah apa yg terjadi bila memang sampai ke wadir 3. Mengenai saudara mina. Seharusnya dia tidak perlu meminta maaf ataupun dihukum. Kenapa? Karena dia hanya berupaya menunjukkan apa yang dia lihat. Salahkah apabila seorang mahasiswa menyampaikan apa yang dia lihat? Semoga kegiatan ormawa polines tidak terganggu dengan kasus ini. Dan tidak pula mengganggu temen temen mahasiswa yang mau berprestasi. Amin Polines Jaya

  14. Pengamat berkata:

    Kbm POLINES dari tahun ke tahun diisi oleh orang orang bodoh haha
    Salut lah buat eo eo kbm polines

  15. Pejuang berkata:

    saya kira mjna tidak perlu minta maaf ke seluruh mahasiswa.. karena Rekaman tidak beredar ke mahasiswa umum…rekaman hanya didengarkan pada sidang KM

    jangan cari kambing hitam, tapi carilah kebenaran, karena semua perbuatan dilihat oleh Tuhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *