Jalur Fast Track, Antara Efektif Efisien dan Mahal

UPT Bahasa Polines tampak depan, sebagai tempat pendaftaran mahasiswa baru. Dok. Wahyu

Polines, Dimensi (21/5) – Tahun ini Politeknik Negeri Semarang (Polines) membuka jalur baru dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru yaitu jalur fast track. Jalur fast track merupakan jalur kerjasama antara Polines dengan Management and Science University (MSU) Malaysia. Mahasiswa baru yang masuk lewat jalur ini akan menempuh pendidikan selama lima tahun untuk meraih gelar Magister (S2). Program kerjasama ini hanya dibuka untuk program studi (prodi) Diploma Tiga Manajemen Pemasaran dan Diploma Tiga Teknik Informatika. Kuota yang disediakan Polines untuk jalur fast track sebanyak 24 kursi setiap prodinya. Biaya kuliah yang ditetapkan oleh institusi Polines sebesar Rp. 10.000.000 setiap semester. Dari biaya tersebut, sebesar Rp. 2.500.000 untuk tabungan biaya pendidikan di MSU.

Mengenai biaya, Budi Prasetya selaku wakil direktur bidang perencanaan dan kerjasama, menjelaskan bahwa biaya yang ditetapkan dari pihak Polines sudah termasuk dengan tabungan pendidikan ke MSU. Sebesar Rp.7.500.000 untuk biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester di Polines, dan sebesar Rp.2.500.000 akan diakumulasikan diakhir pembelajaran untuk biaya kuliah di MSU. Selain itu, pihak Polines juga sedang mengusahakan asrama untuk tempat tinggal mahasiswa ketika berada di Malaysia, serta beasiswa yang mungkin dapat diambil disana.

Selama waktu lima tahun, nantinya tiga tahun pertama untuk menempuh pendidikan jenjang Diploma Tiga di Polines, satu tahun berikutnya untuk menempuh jenjang Bachelor (S1) di MSU Malaysia, dan satu tahun terakhir untuk menempuh jenjang Magister (S2) di MSU Malaysia. Hanya dibuka untuk dua prodi karena menyesuaikan dengan program yang ada di MSU, yaitu Fakultas Manajemen Bisnis dan Pendidikan Profesi serta Fakultas Teknologi Informasi dan Teknik.

Menurut keterangan dari Budi Prasetya, ada kemungkinan program ini akan ditunda jika kuota tidak terpenuhi. Namun jika tahun depan kuota masih tidak terpenuhi, program ini kemungkinan akan dibatalkan. Budi juga menambahkan jika peserta sudah banyak namun tidak memenuhi kuota, ada wacana program ini akan di merger dengan Politeknik Sriwijaya atau Politeknik Malang, karena kedua instansi tersebut melaksanakan program yang sama pada tahun ini.

Animo masyarakat modern yang menginginkan pendidikan lebih efisien dan efektif menjadi pertimbangan Polines pembukaan program baru ini. Berkaca dari Politeknik Negeri Jakarta yang berhasil melaksanakan program fast track, maka Polines ikut serta melaksanakan program kerjasama tersebut dengan bentuk yang berbeda. Pertimbangan lainnya dikarenakan MSU termasuk universitas swasta yang memiliki prestasi bagus di kancah internasional serta kebudayaan Malaysia yang mirip dengan Indonesia. “Mungkin nantinya animo masyarakat di Jawa Tengah tidak akan sebesar di Jakarta karena perbedaan taraf ekonomi juga. Namun itu menjadi salah satu tantangan bagaimana Polines dapat mempromosikan program ini agar lebih diminati,” ujar Budi saat diwawancarai pada Senin (14/5).

Ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilalui oleh calon mahasiswa baru yang memilih jalur fast track program kerjasama dengan MSU, seperti tes TPA, TOEIC, TOEFL, dan psikotes berupa wawancara. Seleksi tersebut dimaksudkan untuk melihat kesanggupan mahasiswa dan mengantisipasi agar tidak ada mahasiswa yang berhenti di tengah jalan. Pihak Polines juga mempertimbangkan kemampuan finansial calon mahasiswanya lantaran biaya pendidikan yang cukup tinggi.

(Lisa Chilly)

 

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. hamba allah berkata:

    yah aku wes lulus

  2. dewi permatasari berkata:

    2.5 juta untuk biaya di MSU itu udh fix apa msih ada tambahan biaya lagi ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *