HADIRNYA PRODI BARU DI JURUSAN TEKNIK MESIN

Polines, DIMENSI (19/12) – Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang (Polines) membuka program studi (prodi) baru Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi (PE) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia Nomor : 450/KPT/I/2017 tertanggal 21 Agustus 2017. Prodi baru ini memiliki total 144 SKS dengan komposisi 63% Teori dan 37% Praktek, serta perbandingan jam kuliah 43% teori dan 57% praktek yang berfokus pada rekayasa dan perancangan, dimana lulusan yang dihasilkan merupakan perekayasa pembangkit tenaga listrik (power plant engineer).
Namun prodi PE pada tahun ini belum bisa masuk dalam daftar Prodi di Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Polines, dikarenakan Surat Keputusan tersebut baru keluar seminggu sebelum kegiatan Wawasan Almamater dan Orientasi Mahasiswa (Warna) berlangsung. Sedangkan untuk pembentukan kelasnya sendiri diambil dari mahasiswa baru yang telah diterima di prodi D3 Konversi Energi (KE). Seluruh mahasiswa prodi KE diberitahu mengenai usulan prodi baru jenjang D4 untuk Konversi Energi dan dikumpulkan bertepatan dengan dilaksanakannya Warna Polines.
Moh Fani Alyasa, mahasiswa Prodi PE menjelaskan bahwa pembentukan kelas prodinya adalah berdasarkan atas kemauan mahasiswa itu sendiri. Pada rencana awalnya, hanya akan dibentuk satu kelas baru yang berisi 24 mahasiswa. Namun apabila jumlah mahasiswa yang mendaftar lebih dari kuota yang disediakan maka nantinya akan dilakukan proses seleksi. Akan tetapi apabila jumlah pendaftar kurang dari 20 mahasiswa, maka akan ada pemilihan langsung dari pihak institusi. Untuk tahun ini hanya terdapat 22 mahasiswa yang mendaftar, sehingga tidak dilakukan proses seleksi dan langsung bisa terbentuk satu kelas.
Lebih lanjut menurut Moh Fani Alyasa, adanya prodi baru ini bisa memperluas peluang kerja yang ada, karena dengan jenjang D4 ini kesempatan untuk melanjutkan studi menjadi lebih mudah jika dibandingkan dengan program D3, “Saya dulu diterima di prodi KE. Tetapi setelah diumumkan prodi baru, saya berpikir dan akhirnya mendaftar ke prodi PE ini dengan berbagai pertimbangan.”
Berbeda dengan Fani, Wahyu Nurul Ikhsan, mahasiswa prodi KE mengaku tidak tertarik sama sekali dengan tawaran untuk pindah ke prodi baru, “Meskipun jenjangnya lebih tinggi, untuk kedepannya pasti menemukan banyak persaingan, khususnya dengan mahasiswa lulusan S1, apalagi prodi ini masih belum mempunyai akreditasi karena merupakan prodi baru,” ujarnya. Febi- crew magang

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *