KTM Terlambat, Kegiatan Mahasiswa Terhambat

Polines, DIMENSI (19/12) – Sudah empat bulan menjadi mahasiswa di Politeknik Negeri Semarang (Polines), mahasiswa angkatan 2017 belum mendapatkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Sehingga banyak dari mahasiswa yang  menanyakan keterlambatan pembagian KTM tersebut. Kensi Nurul Hayuputri, mahasiswa tingkat satu jurusan Akuntansi menganggap bahwa keterlambatan ini sangat mengecewakan dirinya. Dia mengatakan bahwa KTM termasuk kartu identitas terpentingnya selain KTP.

Ikhwan Muhammad Faris, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin juga menyayangkan keterlambatan ini. “Saya tidak bisa mengikuti lomba menulis antar mahasiswa karena belum memiliki KTM,” ujarnya.

Tak hanya Kensi dan Ikhwan, Nabila Alyssa, mahasiswa dari jurusan Administrasi Bisnis juga mengeluhkan bahwa dirinya kesulitan membuka rekening tabungan di bank karena tidak memiliki KTM. “Saya harus meminta surat keterangan karena harus ada identitas lain selain KTP atau SIM dan saya belum punya KTM,” tuturnya.

Keterlambatan tersebut ternyata dialami juga oleh mahasiswa Polines angkatan sebelumnya. Muhammad Rifai, mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2016 mengatakan bahwa dulu KTM  juga dibagikan pada akhir semester satu.

Menanggapi hal tersebut, menurut Rustono selaku Wakil Direktur III,  keterlambatan ini dikarenakan banyak dari mahasiswa yang tidak melakukan pemotretan sesuai dengan jadwal yang ada. “Karena jadwalnya saat hari efektif, jadi ada beberapa kelas yang tidak diizinkan keluar oleh dosennya untuk melakukan pemotretan. Ada juga beberapa anak yang izin sakit atau apa. Kita kan harus membuat janji dengan studio fotonya lagi,” imbuhnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Harno selaku Kepala Urusan Kemahasiswaan. Dia mengatakan bahwa ada kelas yang memundurkan jadwal fotonya sampai berminggu-minggu setelah jadwal selesai. Dia juga menambahkan alasan keterlambatan ini dikarenakan penambahan barcode pada KTM tahun ini. “Kemarin ada rapat pembahasan KTM ini dan hasilnya kartu ini akan diintegrasikan dengan perpustakaan Polines supaya kedepannya nanti tidak perlu membuat kartu perpustakaan lagi,” terangnya.

Harno juga menyatakan bahwa sebagian dari kartu tersebut telah selesai dan telah diterima oleh pihak Polines. Kemudian untuk sisanya, percetakan berjanji akan menyelesaikannya dalam minggu ini.

Konfirmasi dari Studio Garuda Photo, Triyono, selaku perwakilan dari pihak percetakan menyatakan bahwa keterlambatan ini dikarenakan proses pemotongan kartu yang masih menggunakan mesin manual. “Untuk pembuatannya kita sudah menggunakan alat modern, hanya pemotongannya saja yang masih harus satu-satu,” jelasnya.

Mengenai penambahan barcode pada KTM sendiri, pihak percetakan merasa tidak mengalami kesulitan yang berarti. Dia menyatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan data barcode dari perpustakaan yang akan ditambahkan pada KTM.

Sementara itu, untuk uji coba barcode sendiri, dia menyatakan bahwa akan ada tim penguji yang datang langsung ke Polines untuk menguji dan memastikan barcode tersebut dapat digunakan atau tidak. “Alhamdulillah, datanya tidak ada yang salah jadi bisa cepat pengerjaannya. Kamis ini insyaallah jadi,” tutupnya. (Lisa-magang)

 

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Michael berkata:

    Kamis bneran udh jadi blm ya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *